Cek Kosan Diplomat Kemlu, Kompolnas Pastikan Tak Ada Kerusakan

Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam mengaku tidak menemukan adanya kerusakan pada plafon kamar di tempat kost korban.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 28 Juli 2025, 12:04 WIB
Kompolnas menyambangi tempat kos yang ditinggali diplomat muda Kemlu ADP (39) semasa hidup di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng Jakarta Pusat pada Selasa (22/7/2025).(Liputan6.com/ Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meninjau lokasi tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP (39) pada, Selasa (22/7/2025).

Dalam kesempatan itu, Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam mengaku tidak menemukan adanya kerusakan pada plafon kamar di tempat kost korban.

“Posisi plafon baik posisi plafon kamar maupun pelafon kamar mandi tidak ada yang rusak sama sekali. Mungkin itu yang penting," kata dia.

Dia menjelaskan, salah satu poin paling penting lainnya terkait CCTV. Kompolnas ingin memastikan kondisi CCTV saat kejadian.

“Kalau hidup berapa jam dan diambil oleh kepolisian skemanya berapa waktu Dijelaskan cukup baik, cukup detail bahkan ditarik ke belakangnya sangat banyak dan itu sangat cukup dan sangat baik," ujar dia.

Selain CCTV, Kompolnas juga memeriksa letak kunci pintu.

“Gak kalah penting adalah kami cek posisi kunci. Posisi kunci ini sangat krusial di situ kami cek secara fisik dan kami konfirmasi kepada penjaga kos-kosan ini," ucap dia.

2 Jenis Kunci

Dia menjelaskan, ada dua jenis kunci di kamar tersebut yakni kunci biasa yang bisa dibuka dari luar dan dalam, dan satu slot kunci manual dari dalam.

“Saya nanya ini posisi kunci yang slot, pertama yang slot ya yang hanya bisa dibuka dan ditutup dari dalam, itu posisinya terkunci. Jadi kami tadi konfirmasi langsung ke penjaganya karena ada video juga, kami cek videonya, kami konfirmasi ke dianya. Waktu dibuka posisinya terkunci," ucap dia.

"Kami minta untuk diperagakan posisi kuncinya. Jadi ada dua kunci, kunci yang memang terpasang di pintunya bisa dibuka dari luar maupun dari dalam terus kunci yang memang ada di dalam yang bentuknya slot yang itu hanya bisa dibuka atau dikunci dari dalam," sambung dia.

Dalam kasus ini, Kompolnas memastikan akan mendalami kasus ini dari berbagai sisi, termasuk prosedur penanganan oleh kepolisian.

"Kompolnas memastikan apa yang dilakukan oleh rekan-rekan kepolisian itu sesuai prosedur ataukah tidak," tandas dia.

Aksi penganiayaan terus bertambah (liputan6.com/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya