Dari Reims ke Liverpool: Hugo Ekitike dan Langkah-langkah Berani sang Striker Muda

Tak banyak yang tahu siapa Hugo Ekitike saat ia pertama kali menandatangani kontrak profesional bersama Reims pada Juli 2020.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 22 Juli 2025, 09:54 WIB
Penyerang Frankfurt asal Prancis #11, Hugo Ekitike, merayakan golnya dalam pertandingan divisi satu Bundesliga Jerman antara Eintracht Frankfurt dan Bayer 04 Leverkusen di Frankfurt pada 1 Maret 2025. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Tak banyak yang tahu siapa Hugo Ekitike saat ia pertama kali menandatangani kontrak profesional bersama Reims pada Juli 2020. Namun, dari momen itu, kisah perjalanan kariernya perlahan mencuri perhatian banyak klub besar Eropa.

Perjalanan Ekitike bukanlah ledakan instan, melainkan serangkaian keputusan berani yang diambil dengan kepala dingin. Dari Prancis ke Denmark, lalu Paris hingga Frankfurt, kini ia bersiap memulai babak baru di Inggris bersama Liverpool.

Kini, pemain Prancis berusia 23 tahun itu tinggal selangkah lagi berseragam The Reds. Nilai transfer yang disepakati mencapai £69 juta atau sekitar Rp1,5 triliun, dengan potensi naik hingga £78 juta (sekitar Rp1,7 triliun) tergantung bonus.


Reims: Tumbuh di Tengah Kesabaran

Striker Reims Hugo Ekitike (kanan) sedang diincar MU (AFP)

Reims adalah tempat segalanya bermula. Ekitike menandatangani kontrak profesional pertamanya di usia 18 tahun dan mencicipi debut di Ligue 1 beberapa bulan kemudian, Oktober 2020.

Setengah musim dihabiskannya sebagai pemain pinjaman di klub Denmark, Vejle Boldklub. Di sana, ia belajar banyak soal intensitas sepak bola Eropa Utara dan pentingnya adaptasi.

Momen penting terjadi pada September 2021 ketika ia mencetak dua gol dalam kemenangan atas Nantes. Tawaran dari Newcastle sempat datang, tapi Ekitike memilih tetap bertahan demi kisah yang belum selesai di Reims.


PSG: Nama Besar, Tantangan Besar

Pemain Paris Saint-Germain Kylian Mbappe (kiri) tertawa bersama Hugo Ekitike saat sesi latihan di tempat latihan klub di Saint-Germain-en-Laye, Prancis, Selasa (13/9/2022). Paris Saint-Germain (PSG) akan melawan Maccabi Haifa pada pertandingan sepak bola putaran pertama Grup H Liga Champions. (FRANCK FIFE/AFP)

PSG datang membawa ekspektasi besar pada Juli 2022. Ekitike dipinjam dengan kewajiban beli, total senilai €35 juta, atau sekitar Rp620, miliar termasuk bonus.

Ia tampil dalam 32 pertandingan musim itu, mencetak empat gol dan empat assist, serta turut membantu meraih gelar Ligue 1. Ini tak buruk untuk pemain muda di tim bertabur bintang.

Namun, pada musim berikutnya, nasibnya berbalik. Ia dikeluarkan dari skuad Liga Champions dan kesempatannya di lapangan semakin terbatas. PSG bukan rumah yang ideal untuk berkembang.


Frankfurt: Menemukan Ritme dan Percaya Diri

Striker Frankfurt, Hugo Ekitike. (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

Eintracht Frankfurt menjadi pelabuhan baru Ekitike pada awal 2024. Ia datang sebagai pemain pinjaman dengan opsi beli, yang kemudian diaktifkan dengan nilai €16,5 juta. atau sekitar Rp295 miliar.

Bersama klub Bundesliga itu, ia mencetak gol pertamanya pada April dan terus berkembang sepanjang musim. Termasuk di antaranya adalah gol jarak jauh ke gawang Bayern dan tembakan roket melawan Tottenham di Liga Europa.

Total 22 gol dari 48 pertandingan ia bukukan untuk Frankfurt musim lalu. Performa ini menjadi salah satu kunci kelolosan mereka ke Liga Champions, sekaligus membuktikan bahwa Ekitike layak mendapat panggung lebih besar.


Liverpool: Tantangan Baru di Liga yang Lebih Ketat

Liverpool menutup laga pamungkas Liga Premier Inggris musim 2024/2025 dengan hasil imbang 1-1 saat melawan Crystal Palace. (Paul ELLIS/AFP)

Kini, Ekitike tengah menyusun langkah berikutnya—menuju Liga Inggris, liga paling kompetitif di dunia. Liverpool telah menyepakati biaya transfer besar dengan Frankfurt dan tinggal menyelesaikan detail akhir.

Bagi The Reds, ini bukan sekadar investasi besar. Mereka melihat potensi striker yang baru memasuki usia emasnya dan punya pengalaman di kompetisi top Eropa.

Bagi Ekitike sendiri, ini saatnya unjuk gigi di panggung paling terang. Dari Reims ke Anfield, kisah Hugo Ekitike adalah tentang kesabaran, tekad, dan langkah-langkah berani yang tak pernah sia-sia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya