Harga Minyak Mentah Tak Banyak Bergerak, Sanksi Eropa Tak Bikin Rusia Goyang

Harga minyak mentah hanya turun tipis pada perdagangan Senin setelah Uni Eropa mengumumkan sanksi ke Rusia. Namun karena sanksi itu dianggap tidak terlalu berdampak maka tidak terlalu berpengaruh ke harga minyak dunia. Berikut ulasannya.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Juli 2025, 08:00 WIB
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 14 sen menjadi USD 67,20 per barel. Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak mentah sedikit berubah pada perdagangan hari Senin. Hanya turun tipis karena sanksi Eropa terbaru terhadap produk energi Rusia diperkirakan akan berdampak minimal pada pasokan di dunia. Sementara mata investor tertuju pada tarif Amerika Serikat (AS) yang kemungkinan bisa memangkas permintaan.

Mengutip CNBC, Selasa (22/7/2025), harga minyak mentah berjangka Brent turun 7 sen menjadi USD 69,21 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 14 sen menjadi USD 67,20 per barel.

Uni Eropa pada hari Jumat menyetujui paket sanksi ke-18 terhadap Rusia terkait karena berperang dengan Ukraina. Sanksi Uni Eropa ini menyasar ke Nayara Energy India, produsen produk minyak yang mengolah dari minyak mentah Rusia.

“Pasar saat ini berpikir bahwa pasokan masih akan sampai ke pasar dengan satu atau lain cara, tidak ada terlalu banyak kekhawatiran,” kata analis Again Capital New York John Kilduff.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Jumat bahwa Rusia telah membangun kekebalan tertentu terhadap sanksi dunia Barat. 

Sanksi Uni Eropa menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump pekan lalu untuk menjatuhkan sanksi kepada pembeli minyak Rusia kecuali negara tersebut menyetujui kesepakatan damai dalam 50 hari.

Analis ING mengatakan bagian dari paket yang kemungkinan akan berpengaruh adalah larangan impor Uni Eropa atas produk olahan dari minyak Rusia di negara ketiga. Meskipun dikatakan larangan tersebut dapat sulit dipantau dan ditegakkan.

 

Sanksi untuk Iran

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 14 sen menjadi USD 67,20 per barel. Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Foto: AFP

Iran, produsen minyak lain yang juga mendapat sanksi, dijadwalkan mengadakan perundingan nuklir dengan Inggris, Prancis, dan Jerman di Istanbul pada hari Jumat. Hal ini diungkap oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Senin.

Hal ini menyusul peringatan dari ketiga negara Eropa tersebut bahwa kegagalan untuk melanjutkan negosiasi akan menyebabkan sanksi internasional diberlakukan kembali terhadap Iran.

Jumlah Sumur Pengeboran AS

Baker Hughes merilis data bahwa jumlah rig minyak di AS yang beroperasi turun dua menjadi 422 rig pekan lalu, total terendah sejak September 2021.

“Pengeboran yang berfokus pada minyak diperkirakan akan tetap rendah hingga akhir tahun,” kata analis StoneX Alex Hodes, dalam sebuah catatan pada hari Senin.

"Kita masih jauh dari harga yang memungkinkan penurunan investasi yang signifikan," tambah Hodes.

 

Tarif AS

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun 14 sen menjadi USD 67,20 per barel. Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Sementara itu, tarif AS untuk impor Uni Eropa akan mulai berlaku pada 1 Agustus, meskipun Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan pada hari Minggu bahwa ia yakin AS dapat mengamankan kesepakatan perdagangan dengan blok tersebut.

"Tarif AS berpotensi negatif bagi permintaan minyak dan aktivitas ekonomi. Kita belum melihatnya, tetapi kemungkinan besar akan terjadi," kata analis Again Capital John Kilduff.

Sedangkan analis IG Tony Sycamore mengatakan, meskipun kekhawatiran tarif akan terus menambah tekanan menjelang batas waktu 1 Agustus, beberapa dukungan mungkin datang dari data persediaan minyak jika menunjukkan pasokan yang ketat.

"Kisaran harga USD 64-USD 70 kemungkinan akan berlaku untuk minggu depan," kata dia. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya