Peluang Scudetto AC Milan: Rossoneri Punya Satu Keuntungan

Selain mendatangkan veteran Luka Modric, AC Milan belum membuat gebrakan besar di bursa transfer musim panas ini. Dengan pramusim yang sudah di depan mata, wajar bila ada nada khawatir dari para penggemar.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 21 Juli 2025, 11:09 WIB
Luka Modric bakal gunakan nomor punggung 14 di AC Milan. (AC Milan)

Liputan6.com, Jakarta Selain mendatangkan veteran Luka Modric, AC Milan belum membuat gebrakan besar di bursa transfer musim panas ini. Dengan pramusim yang sudah di depan mata, wajar bila ada nada khawatir dari para penggemar.

Namun, keyakinan tetap ada. Salah satunya datang dari legenda Rossoneri, Cafu, yang menilai absennya Milan dari kompetisi Eropa bisa menjadi satu keuntungan dalam perburuan Scudetto.

Di atas kertas, Milan memang masih kalah dari Inter Milan atau Napoli. Namun, sepak bola bukan sekadar susunan nama—faktor kesiapan, fokus, dan tangan dingin pelatih baru, Massimiliano Allegri, juga bisa menentukan.


Peluang Milan: Tak Ada Eropa, Fokus ke Liga

Hal yang membuat ketegangan jarang terjadi jika bermain bersama Cafu. Selama berkarier di lapangan hijau, Cafu sukses meraih gelar tertinggi di sepak bola baik bersama klub yaitu AC Milan di Liga Champions maupun bersama timnas Brazil di Piala Dunia. (AFP/Paolo Cocco)

Cafu tak ragu saat ditanya soal peluang Milan di Serie A musim ini. Menurutnya, fokus penuh ke kompetisi domestik bisa jadi keuntungan tersendiri.

“Tanpa kompetisi Eropa, kami bisa fokus sepenuhnya ke liga dan Coppa Italia, dan itu bisa menjadi keuntungan untuk tim yang akan banyak berubah dibandingkan musim lalu,” ujar Cafu kepada La Gazzetta dello Sport, dikutip Sempre Milan.

Memang, dengan lebih sedikit laga di tengah pekan, Milan punya waktu lebih banyak untuk persiapan fisik dan taktik. Ini modal penting jika ingin bersaing dalam ritme panjang Serie A.


Belum Greget di Bursa, tapi Waktu Masih Ada

Bek AC Milan asal Prancis Theo Hernandez (kiri), gelandang AC Milan asal Aljazair Ismael Bennacer (tengah), dan bek AC Milan asal Italia Matteo Gabbia (kanan) bereaksi di akhir pertandingan sepak bola Serie A Italia antara AC Milan dan AS Roma di Stadion San Siro di Milan, pada 29 Desember 2024.Piero CRUCIATTI / AFP

Sejauh ini, Milan baru merekrut tiga pemain. Untuk tim yang sedang menjalani transisi dan baru menunjuk pelatih baru, ini dianggap belum cukup.

Namun, Cafu tetap optimistis bahwa pergerakan akan terus terjadi. “Skuad lengkap sejak awal memang menguntungkan, tapi musim masih lebih dari sebulan lagi, dan Milan akan siap. Saya yakin bala bantuan yang tepat akan datang,” ujarnya.

Keterlambatan transfer ini memang jadi bahan diskusi banyak pihak. Namun, sejarah mencatat, Milan kerap bangkit saat dipandang sebelah mata.


Allegri dan Tugas Beratnya di San Siro

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri melambaikan tangan sebelum pertandingan Liga Italia 2022/2023 antara Juventus melawan Sassuolo di stadion Juventus, Turin pada 15 Agustus 2022. Allegri tercatat menjadi salah satu pelatih paling boros di bursa transfer, yaitu 1,08 miliar Euro. Pada periode pertamanya di Juventus, Allegri mendapat kucuran dana besar. Dia bisa merekrut Cristiano Ronaldo seharga 117 juta euro dan Gonzalo Higuain senilai 90 juta euro. Allegri juga mengeluarkan banyak uang saat bekerja di AC Milan. Pembelian termahalnya di San Siro adalah Zlatan Ibrahimovic pada 2011 seharga 24 juta euro. (AFP/Marco Bertorello)

Allegri kembali ke Milan dengan harapan besar. Ia diharapkan bisa meracik ulang tim yang akan tampil sangat berbeda dari musim lalu.

Cafu menaruh kepercayaan besar pada pelatih 57 tahun itu. “Saya tidak ragu dengan kedatangannya. Dia adalah pelatih yang pekerja keras, dan kita hanya perlu memberinya waktu untuk menerapkan permainannya. Hasil akan datang,” katanya.

Lanjut Baca:

Allegri memang dikenal pragmatis, tapi ia juga paham betul bagaimana membawa tim ini juara. Tantangannya adalah menyatukan tim baru secepat mungkin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya