Demi Hemat Biaya, Programmer di China Pilih Tinggal di Mobil Selama 3 Tahun

Seorang programmer di Tiongkok tinggal di dalam mobil demi menghemat biaya dan tetap dekat dengan pekerjaannya.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 21 Juli 2025, 19:13 WIB
cara pindah gigi mobil matic di tanjakan ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion

Liputan6.com, Beijing - Seorang programmer berusia 38 tahun yang bekerja di Beijing menjadi sorotan luas di media sosial China setelah kisah hidupnya yang tak biasa viral.

Pria bernama Yin ini diketahui telah tinggal di dalam mobilnya selama hampir tiga tahun untuk menghemat biaya dan mempertahankan pekerjaannya di ibu kota.

Setiap Senin pagi pukul 05.30, Yin berangkat dari rumahnya di Tianjin dan menempuh perjalanan sejauh 130 kilometer menuju tempat kerjanya di Beijing. Ia kembali ke rumah setiap Jumat sore setelah menyelesaikan pekan kerjanya. Rutinitas ini telah ia jalani sejak beberapa tahun terakhir, dan sejak akhir 2022, ia mulai menggunakan mobil listrik yang lebih luas untuk menunjang gaya hidupnya.

"Selama mobilnya cukup lega dan stasiun pengisian listrik mudah ditemukan, rasanya tidak berbeda jauh dengan tinggal di hotel," ujar Yin kepada media lokal, seperti mengutip SCMP, Senin (21/7/2025). 

Sebelumnya, Yin sempat menyewa kamar di Beijing dengan harga 2.500 yuan per bulan (sekitar Rp5,7 juta), namun akhirnya memilih hidup di mobil karena lebih hemat. Kini, ia hanya menghabiskan sekitar 400 yuan (Rp920 ribu) untuk tol dan kurang dari 300 yuan (Rp690 ribu) untuk biaya listrik per bulan. Jika sesekali pulang di tengah minggu, ia menggunakan kereta dengan biaya sekitar 100 yuan (Rp230 ribu).

Setiap pagi, Yin bangun pukul 06.30 dan berjalan santai di taman dekat lokasi parkir sebelum menyiapkan sarapan menggunakan pemanas listrik kecil. Untuk mandi, ia memanfaatkan tangki air di mobil selama musim panas, sementara di musim dingin, ia terkadang pulang ke rumah pada hari Rabu malam dan kembali ke Beijing keesokan paginya.

"Yang paling merepotkan hanya soal mencari toilet. Selebihnya baik-baik saja," jelasnya.

Dalam waktu luangnya, Yin mengaku lebih suka menelepon keluarga, menonton TV, bernyanyi karaoke, atau menulis program. Ia jarang bermain gim dan biasanya tidur pukul 10 atau 11 malam.

Bagian dari Gaya Hidup

Ilustrasi Mobil (Sumber: Pixabay)

Yin mengatakan keputusan tinggal di mobil bukan hanya soal penghematan, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang ia sukai. Ia bahkan kerap mengajak istri dan dua anaknya berkemah dan tidur di mobil saat liburan.

"Tidur di mobil sambil mendengarkan suara burung dan aliran sungai itu menyenangkan. Saya tak peduli dengan pendapat orang lain. Ini gaya hidup yang saya pilih," tegasnya.

Kisah Yin memicu berbagai tanggapan di media sosial. Banyak yang memujinya sebagai sosok ayah dan suami yang gigih dan hemat demi keluarga. Namun, tak sedikit pula yang mengaku tak sanggup menjalani hidup di ruang sempit seperti itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya