Indo Premier Luncurkan Wealth Creation Platform, Ini Keunggulannya

Indo Premier Sekuritas (IPOT) resmi bertransformasi dari sekadar platform transaksi jual-beli produk investasi menjadi Wealth Creation Platform pertama di Indonesia

oleh Septian DenyDiterbitkan 20 Juli 2025, 10:00 WIB
Mengutip data RTI, 191 saham melaju di zona hijau dan 417 lainnya berada di zona merah. Sementara ada 188 saham mengalami stagnan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Dunia investasi Indonesia kini memasuki babak baru. Indo Premier Sekuritas (IPOT) resmi bertransformasi dari sekadar platform transaksi jual-beli produk investasi menjadi Wealth Creation Platform pertama di Indonesia, yang memungkinkan investor individu, keluarga, komunitas, hingga advisor profesional menjalani perjalanan investasi secara kolaboratif, transparan, dan terstruktur.

Transformasi ini diumumkan dalam acara “A New Wealth Order” sebagai momentum peluncuran platform terbaru yang menyasar kebutuhan aktual para investor—baik pemula maupun berpengalaman—yang ingin berinvestasi tidak hanya sendiri, tetapi juga bersama orang-orang terdekat atau profesional terpercaya.

“Transformasi ini bukan sekadar soal kemudahan transaksi. Kami ingin menciptakan sistem yang lebih inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan nyata para investor Indonesia," ujar Moleonoto The, Direktur Utama Indo Premier Sekuritas.

Selama dua dekade terakhir, IPOT dikenal sebagai pionir dalam digitalisasi pasar modal Indonesia. Namun, menurut Moleonoto, tantangan utama investor bukan hanya soal akses, melainkan soal bimbingan dan literasi yang tepat.

Mayoritas investor pemula merasa kebingungan saat memulai produk apa yang dipilih, kapan membeli, bagaimana mengelola risiko, dan siapa yang bisa dipercaya untuk bertanya. Platform digital sejauh ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan itu secara sistemik.

“Kami ingin investor tak lagi sendirian. Dengan IPOT, investasi bisa dilakukan bersama orang yang dipercaya, sambil tetap menjaga kendali dan keamanan,” tambah Moleonoto.

 

Jawab Kebutuhan Investasi Lintas Generasi

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

IPOT juga menjawab kebutuhan investasi lintas generasi. Seorang orang tua bisa membuka akun edukatif untuk anak remaja mereka. Meskipun sang anak belum bisa bertransaksi sendiri, mereka dapat belajar memantau pergerakan pasar dan memahami dunia investasi sejak dini—sebuah langkah strategis untuk membangun literasi finansial keluarga.

Contoh lain, seorang investor aktif bisa memberikan akses terbatas ke pasangan atau kolega untuk membantu memantau atau mengeksekusi portofolio tertentu saat ia sedang bepergian.

“Dengan fitur ini, kami mengubah wajah investasi dari yang eksklusif dan individualistis menjadi kolaboratif, edukatif, dan terjangkau bagi siapa pun,” tegas Moleonoto.

Melalui pendekatan ini, IPOT tidak hanya menawarkan teknologi, tapi membuka peluang partisipasi luas dalam pasar modal—tanpa memerlukan keahlian teknis mendalam.

 

Prinsip Ekonomi Kolaboratif

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Model IPOT mengadopsi prinsip ekonomi kolaboratif, layaknya Uber dan Airbnb, namun alih-alih kendaraan atau properti, IPOT mempertemukan dua jenis investor: yang butuh bimbingan dan yang siap membimbing, dalam satu ekosistem digital yang aman dan transparan.

Dengan tagline barunya “One Platform, Your Journey”, IPOT secara resmi mengukuhkan diri sebagai platform investasi kolaboratif pertama yang mendampingi perjalanan keuangan setiap individu, keluarga, komunitas, dan profesional.

“Kini saatnya kita tidak hanya berinvestasi untuk diri sendiri, tapi bersama—dan untuk masa depan yang lebih mapan,” tutup Moleonoto dalam sesi peluncuran resmi.

Transformasi IPOT ini menandai arah baru di industri pasar modal Indonesia—yakni investasi yang lebih inklusif, terintegrasi, dan edukatif. Bagi pelaku ekonomi digital dan investor ritel yang ingin menciptakan masa depan keuangan yang lebih cerdas dan kolaboratif, ini adalah awal dari sebuah perjalanan baru.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya