Liputan6.com, Jakarta - Stellar (XLM) mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, melonjak lebih dari 60% dalam tujuh hari terakhir. Saat berita ini ditulis, harga XLM berada di kisaran USD 0,48 atau sekitar Rp 7.824 per koin (estimasi kurs Rp 16.300 per USD).
Dalam 24 jam terakhir, harga naik hampir 5% dengan volume perdagangan yang mencapai sekitar USD 2,1 miliar atau kurang lebih Rp 34,2 triliun.
Advertisement
Mengutip cryptopotato, Sabtu (19/7/2025), reli harga ini kembali menjadi sorotan setelah Peter Brandt, seorang veteran pasar yang berpengalaman, menyebut grafik XLM sebagai “potensi grafik paling bullish dari semuanya.”
Menurut Brandt, agar pola ini benar-benar terkonfirmasi, XLM harus bertahan di atas level terendah April 2025 sekitar USD 0,22 dan menutup perdagangan di atas USD 1 secara meyakinkan. Sampai itu terjadi, grafik harga kemungkinan akan bergerak dalam rentang tertentu.
Jika melihat grafik jangka panjang, terdapat dua pola teknikal yang menonjol, yaitu pola segitiga naik (ascending triangle) dan pola cup-and-handle. Keduanya terbentuk di bawah level resistance kuat di sekitar USD 1,00. Level resistance ini sudah beberapa kali diuji sejak 2018, tetapi belum pernah berhasil ditembus secara penutupan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Dinding Jual
Saat ini, harga XLM diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 8 dan 18 periode. Rata-rata jangka pendek (8 periode) sudah melewati rata-rata jangka panjang (18 periode), yang biasanya menandakan adanya momentum kenaikan yang kuat. Indeks ADX (Average Directional Index) berada di angka 45,16, mengindikasikan tren yang semakin kuat.
Menurut analis dari CW, area resistance jangka pendek berada di sekitar USD 0,58 (Rp 9.454). Mereka memperingatkan bahwa XLM sedang menghadapi “dinding jual” di level ini, namun juga terdapat “dinding beli” yang menjadi dukungan di bawahnya.
Salah satu berita besar yang mendukung sentimen positif Stellar adalah tokenisasi Obligasi Negara AS senilai USD 446 juta (sekitar Rp 7,27 triliun) oleh Franklin Templeton di jaringan Stellar.
Ini menunjukkan bagaimana platform blockchain Stellar semakin digunakan untuk penyelesaian aset dunia nyata.
Eksekutif Baru
Selain itu, Stellar Development Foundation mengumumkan perekrutan eksekutif-eksekutif baru yang berpengalaman. José Fernández da Ponte, mantan pemimpin blockchain di PayPal, kini bergabung sebagai Presiden dan Chief Growth Officer. Sementara Jason Karsh, yang pernah bekerja di Blockchain.com dan Coinbase, ditunjuk sebagai Chief Marketing Officer.
Perlu dicatat juga bahwa Protokol 23 Stellar akan menjalani pemungutan suara (voting) di mainnet pada 14 Agustus 2025. Proposal ini fokus pada pembaruan fitur inti jaringan. Menjelang voting ini, minat terhadap XLM terus meningkat, dengan pengguna dan pengembang yang memantau hasilnya secara intens.