Nokia Hentikan Pengiriman Ponsel Symbian

"Butuh waktu 22 bulan untuk memproduksi ponsel Symbian, sedangkan Windows Phone kurang dari satu tahun".

oleh Dewi Widya NingrumDiterbitkan 12 Juni 2013, 14:39 WIB
Sebuah laporan menyebutkan Nokia akan menghentikan pengiriman ponsel berbasis Symbian ke toko-toko dalam waktu dekat ini. Produsen ponsel asal Finlandia itu selanjutnya akan fokus memasarkan lini produk Windows Phone.

Nokia memang sempat tertinggal di pasar ponsel sejak kehadiran iPhone dan smartphone berbasis Android. Nokia dianggap terlalu mengandalkan ponsel Symbian dan terlalu fokus pada feature phone. Namun kini Nokia mulai menyadari kesalahannya.

Dikutip dari Financial Times, Rabu (12/6/2013), salah satu alasan mengapa Nokia akan mengakhiri ponsel Symbian adalah karena waktu yang dibutuhkan untuk membuat ponsel berbasis Symbian lebih lama.

"Butuh waktu 22 bulan untuk memproduksi ponsel Symbian, sedangkan Windows Phone kurang dari satu tahun," kata Nokia.

Tahun lalu saja, Nokia telah merilis tujuh ponsel Windows Phone baru hanya dalam waktu tujuh bulan. Nokia terakhir kali mengembangkan perangkat baru berbasis Symbian pada tahun 2012 - yaitu Nokia 808 Pureview.

Adapun Symbian pernah menjadi sistem operasi (OS) smartphone yang paling populer sebelum akhirnya terdepak oleh sistem operasi Android. Selain itu Symbian juga dikalahkan oleh berbagai smartphone Nokia Lumia yang berbasis Windows hanya dalam satu tahun terakhir.

Kantar Worldpanel memperkirakan Symbian saat ini hanya menguasai pangsa pasar Eropa sebesar 1,8 persen dalam kuartal yang berakhir April, turun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 8 persen. Di China, Symbian masih menyumbang sekitar 2 persen pangsa pasar.

Nokia hanya berhasil menjual sebanyak 500.000 unit ponsel Symbian pada kuartal pertama tahun 2013, jauh lebih sedikit dibanding ponsel Lumia berbasis Windows yang mencapai angka 5,6 juta. Ini berarti sistem operasi Symbian hanya menyumbang kurang dari 5 persen dari penjualan smartphone secara keseluruhan. (dew/*)


POPULER

Berita Terkini Selengkapnya