Sutradara Upie Guava Ceritakan Perjalanan Panjang Proyek Pelangi di Mars, Film Sci-Fi Keluarga dengan Visual Megah

Ide awal mengenai film Pelangi di Mars rupanya sudah tercetus sejak 2020.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 18 Juli 2025, 19:00 WIB
Ide awal mengenai film Pelangi di Mars rupanya sudah tercetus sejak 2020. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Film Pelangi di Mars siap memberi angin segar bagi industri perfilman di Tanah Air. Disutradarai oleh Upie Guava, film fiksi ilmiah keluarga ini hadir dengan pendekatan visual yang inovatif, dan cerita yang menyentuh berbagai generasi. Setidaknya itu yang tergambar dari teaser film tersebut.

Dalam penggarapannya, Upie Guava dan Mahakarya Pictures menggabungkan konsep animasi, live action, serta teknologi XR. Menariknya, ide awal proyek film ini rupanya sudah tercetus sejak 2020.

"Yang bikin lama bukan bikinnya. (Dari) 2020 saat kita mau bikin film ini, nggak ada teknologi di indonesia yang bisa support kebutuhan kita. Karena VFX tuh sangat mahal sangat rumit. Saya juga nggak mau bikinnya nanggung," ujar Upie Guava di Kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2025).

"Saat itu sudah ada teknologi seperti ini tapi di luar, dipakai sama "Star Wars", di Amerika. Jadi saat kita sepakat bikin film ini saya minta waktu sama Dendy boleh nggak saya mau cari tau dulu cara bikinnya yang bener. Karena saya berusaha cari partner di indonesia yang support teknologinya tuh ya emang nggak ada," Upie Guava menyambung.

Setelah proses kreatif pembuatan teaser film ini, Upie Guava memutuskan menghentikannya sejenak sambil membangun studio DossGuava XR. Ia juga memutuskan mengambil job lain sebagai bentuk latihan, sebelum memulai kembali proyek film Pelangi di Mars.

"Jadi kayak bikin pabriknya dulu. Itu mungkin takes time. Karena 2 tahun R&D 1 tahun kita butuh di studio terima klien banyak supaya kita terlatih dengan beragam job lah," kata Upie.

 


kembali Digarap Awal 2024

Upie mengaku ingin menggarap film ini secara baik dan benar. Oleh karenanya di awal 2024, ia baru membawa kembali film Pelangi di Mars untuk digarap di studio yang dibangunnya.

"Sebelumnya kita pakai buat kreatifnya, kita bikin skrip, kita punya waktu developer karakternya, kita punya waktu buat developer teknologinya, jadi kita gunakan untuk fokus sama kreatifitasnya. Kita mau memulai film ini dengan cara yang baik, kita design karakternya, ada story circle nya, jadi ada nilai IP kali ya," urainya.

Lanjut Baca:

Dalam pengenalan karakter film ini publik disuguhkan dengan karakter-karakter robot unik yang mendampingi Pelangi, tokoh yang diceritakan sebagai manusia pertama yang tinggal di Mars setelah ditinggal ibunya. Kesendirian berubah menjadi petualangan luar biasa ketika bertemu sekelompok robot yang bernama Batik, Kimchi, Petya, Yohan dan juga Sulil. Pelangi di Mars berlatar tahun 2090, dimana persediaan air di Bumi sangat terbatas, dan satu-satunya persediaan air bersih dimonopoli oleh perusahaan bernama Nerotex. Bersama robot-robot itu, Pelangi mengejar harapan terakhir umat manusia: sebuah mineral ajaib Bernama Zeolith Omega yang diyakini mampu memurnikan air di Bumi.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya