Ukraina Genjot Produksi Senjata Dalam Negeri, Target 50 Persen dalam 6 Bulan

Komitmen ini disampaikan pemerintahan Zelenskyy dalam menghadapi tantangan besar, yaitu Rusia.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 17 Juli 2025, 19:40 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dalam konferensi pers dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Ruang Timur Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 21 Desember 2022. Gedung Putih berkonsultasi dengan Zelenskyy tentang keamanan, termasuk risiko tindakan Rusia saat dia berada sebentar di luar negeri. (AP Photo/Andrew Harnik)

Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa pemerintahannya yang baru akan fokus meningkatkan produksi senjata dalam negeri hingga mencapai setengah dari total persenjataan yang digunakan militer Ukraina dalam waktu enam bulan ke depan.

Pernyataan ini disampaikan Rabu (waktu setempat), bersamaan dengan pengumuman perombakan kabinet. Zelenskyy menunjuk Yulia Svyrydenko, tokoh kunci di balik kerja sama mineral dengan Amerika Serikat, sebagai calon perdana menteri menggantikan Denys Shmyhal.

Menariknya, Shmyhal yang akan lengser justru dicalonkan sebagai Menteri Pertahanan menggantikan Rustem Umerov, dikutip dari laman Japan Today, Kamis (17/7/2025).

Perombakan ini masih menunggu persetujuan parlemen. Namun langkah ini mencerminkan komitmen pemerintahan Zelenskyy dalam menghadapi tantangan besar: perang yang belum berkesudahan dengan Rusia, ekonomi yang terseok-seok, dan kebutuhan mendesak akan sistem pertahanan yang mandiri dan kuat.

"Senjata buatan Ukraina saat ini menyumbang sekitar 40 persen dari total persenjataan yang digunakan di garis depan dan dalam operasi militer kami," kata Zelenskyy dalam pidato video malamnya. "Itu sudah jauh lebih banyak dibandingkan masa-masa sebelumnya sejak kemerdekaan kami. Volume produksi memang besar, tetapi kami membutuhkan lebih banyak lagi."

Ia menegaskan target pemerintah barunya: meningkatkan persentase senjata produksi lokal menjadi 50 persen dalam waktu enam bulan dengan memperluas kapasitas industri militer nasional. “Saya yakin ini bisa dicapai, meskipun tidak mudah,” ujarnya optimis.

 

Penguatan Industri Pertahanan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama wawancara dengan FOX News Channel di Washington, Jumat (28/2/2025). (Dok.  AP/Jose Luis Magana)

Sejak awal invasi Rusia, Zelenskyy konsisten menyerukan pentingnya penguatan industri senjata dalam negeri dan kerja sama produksi bersama mitra-mitra Barat. Salah satu fokus utamanya saat ini adalah pengembangan drone tempur dan sistem pertahanan udara, mengingat serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia yang semakin intensif menghantam kota-kota Ukraina.

Sebagai langkah nyata, otoritas militer di Kyiv pekan lalu mengumumkan pengalokasian anggaran sebesar Rp101 miliar (sekitar 6,2 juta dolar AS) untuk program pengembangan sistem pencegat drone, guna memperkuat perlindungan udara ibu kota dari serangan Rusia.

Upaya ini menunjukkan betapa pentingnya kemandirian industri pertahanan bagi Ukraina di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Infografis 1 Tahun Perang Rusia - Ukraina, Putin Tangguhkan Perjanjian Senjata Nuklir dengan AS. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya