Danantara Fokus Garap Mineral dan Energi 6 Bulan ke Depan

Badan Pengelola Investasi Danantara akan memprioritaskan sektor mineral dan energi dalam enam bulan ke depan. Sementara itu, Pertamina menawarkan 19 proyek strategis senilai Rp 150 triliun kepada investor.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 Juli 2025, 21:10 WIB
Danantara Indonesia (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan komitmen untuk memperkuat investasi di sektor mineral dan energi selama enam bulan ke depan. Fokus ini merupakan bagian dari strategi percepatan hilirisasi dan penguatan ketahanan energi nasional.

“Mineral dan energi kemungkinan akan menjadi sektor yang akan kami eksekusi kesepakatannya untuk enam bulan ke depan,” kata Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, dikutip dari Antara, Rabu (16/7/3035).

Stefanus menjelaskan bahwa sektor mineral yang diprioritaskan mencakup nikel, aluminium, bauksit, dan tembaga—komoditas yang memiliki potensi besar untuk hilirisasi. Program hilirisasi ini bertujuan menciptakan nilai tambah bagi sumber daya alam Indonesia dan mendukung transisi energi.

Sementara untuk sektor energi, Danantara akan menjangkau lebih luas, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), minyak dan gas bumi, hingga industri petrokimia. “Untuk sektor kedua ini, penting bagi kami untuk berkolaborasi dengan Pertamina,” ujarnya.

Fokus Jangka Menengah: Digital, Kesehatan, dan Finansial

Di luar mineral dan energi, Danantara juga mulai meninjau sejumlah sektor strategis lain untuk dijajaki dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Fokus ini mencakup:

  • Infrastruktur digital, terutama data center
  • Kesehatan, seperti jaringan rumah sakit dan fasilitas pengolahan plasma darah
  • Jasa finansial, melalui inovasi seperti sekuritisasi guna memperluas kapasitas layanan keuangan nasional

“Dalam 12 bulan ke depan, kami akan fokus pada gagasan sekuritisasi untuk memperluas kapasitas perbankan dan layanan keuangan,” tambah Stefanus.

Selain itu, sektor lain yang masuk radar Danantara meliputi infrastruktur publik, utilitas, properti, serta ketahanan pangan dan pertanian.

 

Pertamina Tawarkan Proyek Strategis Rp150 Triliun

Gedung PT Pertamina. Dok PT Pertamina

Dalam forum yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menawarkan 19 proyek potensial kepada calon investor dan mitra bisnis, dengan nilai total mencapai US$9,25 miliar atau setara Rp150 triliun.

“Ada kesempatan untuk berinteraksi dengan subholding Pertamina dan menjajaki kerja sama bisnis dalam 19 proyek,” ujar Simon.

Pertamina sendiri memfokuskan pengembangannya pada dua pilar utama:

  • Penguatan ketahanan energi nasional, termasuk sektor hulu migas, kilang, dan distribusi BBM.
  • Transisi menuju energi rendah karbon, melalui biofuel, energi panas bumi, teknologi bersih, serta diversifikasi produk petrokimia.

Keseluruhan strategi Danantara dan Pertamina ini diharapkan dapat mempercepat transformasi sektor energi dan mineral Indonesia, sekaligus menciptakan peluang investasi jangka panjang yang menguntungkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya