Liputan6.com, Jakarta Real Madrid memang dikenal gemar mengoleksi bintang-bintang besar, termasuk talenta muda yang tengah bersinar. Salah satu nama terbaru yang masuk radar Los Blancos adalah Cole Palmer, gelandang kreatif milik Chelsea. Menurut laporan E-Noticies, Madrid sudah cukup lama mengikuti perkembangan Palmer.
Xabi Alonso diyakini sebagai sosok di balik minat itu. Pelatih baru Madrid ini kabarnya sangat mengagumi kemampuan Palmer. Kreativitas, visi bermain, dan insting tajam di sepertiga akhir lapangan adalah kualitas yang membuat Alonso terpikat.
Advertisement
Puncaknya terjadi di final Piala Dunia Antarklub 2025. Saat Chelsea menghadapi PSG, Palmer tampil gemilang, mencetak dua gol dan satu assist, membantu Chelsea menang 3-0 dan jadi juara dunia. Aksi itu seolah mempertegas keyakinan banyak pihak bahwa Palmer memang bukan pemain muda biasa.
Real Madrid Sudah Mengamati Lama
Faktanya, minat Madrid terhadap Palmer bukan sekadar reaksi sesaat setelah pertandingan besar. Klub ibu kota Spanyol itu kabarnya sudah menaruh perhatian sebelum laga final tersebut. Penampilan brilian Palmer hanya menjadi penegasan bahwa mereka sedang mengamati salah satu permata muda terbaik di Eropa.
Sayangnya, rencana Madrid tak berjalan semulus harapan. Chelsea bersikap sangat tegas soal status Palmer. Klub asal London itu menolak membuka negosiasi apa pun, bahkan jika Madrid datang membawa tawaran selangit sekalipun.
Bagi Madrid, itu tentu sinyal jelas. Namun, sejauh ini, belum ada kepanikan atau langkah agresif sebagai respons. Mereka tetap tenang, dan tampaknya punya alternatif lain yang tak kalah menjanjikan.
Ada 'Cole Palmer' di Rumah Sendiri
Saat satu pintu tertutup, Madrid percaya masih ada jalan lain. Salah satunya dari akademi mereka sendiri, La Fabrica. Di sana, ada satu nama yang mulai mencuri perhatian banyak pelatih dan pemandu bakat klub. Namanya Bryan Bugarin.
Pemain berusia 16 tahun itu mulai digadang-gadang sebagai versi internal dari Cole Palmer. Bugarin dikenal punya gaya main yang mirip, dengan kecerdasan membaca permainan dan keberanian membawa bola ke depan. Musim lalu, ia menjadi bintang utama di tim Cadet A Madrid dan mengenakan nomor punggung 10.
Para pelatih akademi menilai Bugarin punya kematangan di atas usianya. Ia kini bersiap naik ke tim Juvenil, level yang lebih tinggi, dan akan terus diawasi ketat dalam proses perkembangannya. Madrid tampaknya tahu, jika Palmer tak bisa didapat, bukan berarti mimpi mereka harus ikut pupus.
Sumber: E-Noticies, Madrid Universal