Nenek di Shanghai Habiskan Rp4,5 Miliar untuk Belanja Online, Lalu Sewa Apartemen Demi Simpan Paket

Seorang wanita lanjut usia di Shanghai viral setelah ketahuan menghabiskan miliaran rupiah untuk belanja online dan menyewa apartemen hanya untuk menyimpan paket yang belum dibuka.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 19 Juli 2025, 18:35 WIB
Ilustrasi belanja online. Sumber foto: unsplash.com/Mein Deal.

Liputan6.com, Beijing - Seorang wanita berusia 66 tahun di Shanghai, China, menjadi sorotan publik setelah diketahui menghabiskan lebih dari dua juta yuan atau sekitar Rp4,5 miliar untuk berbelanja online selama beberapa tahun terakhir.

Uniknya, mayoritas barang yang dibeli tidak dibuka dan disimpan menumpuk hingga memenuhi rumahnya, bahkan hingga ke apartemen tambahan yang disewanya khusus untuk menyimpan paket.

Wanita tersebut, yang diidentifikasi sebagai Wang, tinggal sendirian di Distrik Jiading, pinggiran kota Shanghai.

Perilakunya ini memicu perdebatan hangat di media sosial Tiongkok, terutama terkait kesehatan mental para lansia yang hidup sendiri.

Menurut laporan Kan Kan News, Wang mengaku kecanduan belanja online, terutama melalui sesi live streaming. Ia sering membeli kosmetik, suplemen kesehatan, dan perhiasan emas. Paket-paket yang dibelinya kini menumpuk hingga ke langit-langit rumahnya, bahkan ruang tidur pun tidak lagi tersedia. Ia juga mengisi garasi bawah tanah miliknya dengan barang-barang, dan menyewa sebuah apartemen tambahan sebagai tempat penyimpanan.

Tak hanya mengganggu kenyamanan dirinya, penimbunan ini juga dikeluhkan oleh para tetangga. Mereka melaporkan bau tak sedap, serta kehadiran lalat dan kecoak di sekitar kediaman Wang.

Dalam keterangannya, Wang menyebutkan bahwa ia sengaja menghabiskan uang untuk mencegah kerabat atau teman meminjam uang darinya.

"Jika mereka melihat rumah saya penuh dengan barang, mereka akan merasa tidak pantas untuk meminta pinjaman," ujar Wang, seperti mengutip SCMP, Sabtu (19/7/2025). 

 

Berkaitan dengan Gaya Hidup Menimbun

Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay

Pihak komite lingkungan sempat menghubungi keluarganya untuk membantu menangani situasi ini, namun belum membuahkan hasil. Tahun lalu, mereka bahkan mengadakan aksi bersih-bersih setelah Wang memberikan izin, tetapi kebiasaan menimbun tetap berlanjut.

Psikiater Shi Yanfeng dari Shanghai menyebut bahwa perilaku seperti ini berkaitan dengan gangguan penimbunan yang umumnya juga melibatkan depresi dan kecemasan sosial.

Seorang pengamat daring menulis, "Akar masalahnya adalah kesepian," sementara komentar lain menyoroti pentingnya perhatian keluarga terhadap lansia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya