5 Momen Paling Ikonik Piala Dunia Antarklub 2025: Kritik Jurgen Klopp dan Runtuhnya Kejayaan PSG

Berakhirnya gelaran Piala Dunia Antarklub 2025 menyisakan banyak sekali momen yang sulit dilupakan, mulai dari pertandingan fase grup sampai laga puncak turnamen.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 15 Juli 2025, 20:00 WIB
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengangkat trofi usai final Piala Dunia Antarklub melawan Paris Saint-Germain di East Rutherford, New Jersey, Senin, 14 Juli 2025. (AP Photo/Pamela Smith)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia Antarklub 2025 baru saja berakhir. Chelsea keluar sebagai pemenang setelah menaklukkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 3-0 pada Senin (14/7/2025) dini hari WIB.

Turnamen empat tahunan tersebut menggunakan format baru yang digagas oleh FIFA. Langkah ini diambil agar jalannya kompetisi semakin menarik dan menjadi ajang prestisius bagi seluruh klub terbaik di dunia.

Amerika Serikat dipilih sebagai tuan rumah pada kesempatan ini. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan sepak bola lebih dekat kepada publik Negeri Paman Sam, yang pada tahun depan juga akan menjadi lokasi utama Piala Dunia 2026, bersama Kanada dan Meksiko.

Dengan bertambahnya klub yang berpartisipasi, pertandingan yang dimainkan pun semakin banyak dan memperlihatkan fans sejumlah kejadian-kejadian menarik, baik di dalam maupun luar lapangan.

Inilah 5 momen paling ikonik yang terjadi sepanjang gelaran Piala Dunia Antarklub 2025, mulai dari kritik tajam Jurgen Klopp sampai perburuan gelar PSG yang antiklimaks.


5. Perang Opini Klopp vs Wenger

Arsene Wenger dan Jurgen Klopp.

Sebelum Piala Dunia Antaklub memasuki fase gugur, mantan pelatih Liverpool Jurgen Klopp menyebut bahwa format baru kompetisi gagasan FIFA tersebut sebagai “Ide terburuk yang pernah diterapkan”.

“Pada akhirnya, ini semua tentang permainan dan bukan aspek-aspek di sekitarnya. Itulah mengapa Piala Dunia Antarklub adalah ide terburuk yang pernah diterapkan dalam sepak bola dalam hal ini,” ujar Klopp.

Meski begitu, mantan pelatih Arsenal yang kini merupakan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, menyatakan bahwa ia sama sekali tak setuju dengan opini Klopp.

“Setiap orang berhak memiliki pendapat, dan saya sama sekali tidak sependapat dengan pandangan Jurgen Klopp," tegas Wenger. “Saya merasa bahwa Piala Dunia Antarklub, Piala Dunia Antarklub yang sesungguhnya, diperlukan.”


4. Auckland City, Tim Amatir yang Catat Sejarah

Auckland City menjadi satu-satunya wakil dari Oseania (OFC) dalam turnamen Piala Dunia Antarklub 2025. Auckland City bisa terbilang sebagai tim amatir mengingat Selandia Baru tak memiliki liga profesional resmi. (AP Photo/Jeff Dean)

Keputusan FIFA merubah format Piala Dunia Antarklub membuat persaingan semakin luas. Kini, semua tim dari berbagai penjuru dunia memiliki kesempatan yang sama untuk bisa bermain di ajang bergengsi tersebut.

Satu tim yang berhasil mendapatkan kesempatan tersebut adalah Auckland City. Mereka adalah sebuah klub semi-amatir asal Selandia Baru berhasil lolos ke Piala Dunia Antarklub setelah menjadi juara Liga Champions Oseania.

Lanjut Baca:

Layaknya tim semi-amatir, pemain-pemain mereka juga bukanlah pesepakbola profesional. Kiper Conor Tracey adalah seorang pegawai gudang obat hewan. Selain itu, penyerang Jerson Lagos memiliki pekerjaan utama sebagai tukang cukur rambut. Pada gelaran Piala Dunia Antarklub kemarin, mereka harus puas menjadi juru kunci setelah hanya berhasil mendapat 1 poin dari 3 pertandingan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya