Elon Musk Perkenalkan AI Companions Bergaya Anime di Grok

Elon Musk meluncurkan fitur AI companions di Grok, termasuk gadis anime goth bernama Ani untuk pelanggan Super Grok. Seperti apa?

oleh YusliansonDiterbitkan 16 Juli 2025, 10:30 WIB
Elon Musk Perkenalkan AI Companions Bergaya Anime di Grok. (Doc: X | Elon Musk)

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk kembali menjadi sorotan publik lewat pengumuman fitur terbaru chatbot AI Grok dari perusahaannya, xAI, dengan penampilan gadis anime goth.

"Update aplikasi kamu untuk mencoba Ai companions di @Grok," tulis Elon Musk di X, Selasa (15/7/2025).

Ani digambarkan sebagai gadis berpenampilan goth dengan rambut pirang dikuncir, mengenakan gaun korset hitam dan stoking jala setinggi paha.

Bagi pengguna yang ingin 'berkenalan' dengan Ani, maka mereka harus merogoh kocek USD 30 (sekitar Rp 490) per bulan untuk berlangganan layanan Super Grok.

Selain Ani, pengguna Super Grok juga bisa memilih Bad Rudy, mahkluk rubah 3D yang sepertinya terinspirasi dari dunia game.

Fitur baru Grok ini hanya bisa diakses melalui aplikkasi mobile. Namun, belum ada penjelasan resmi dari Musk terkait tujuan fitur ini.

Apakah fitur AI companions di Grok ini sebagai teman virtual, avatar khusus, atau pendamping emosional untuk pengguna Super Grok?

 

AI Companions di Grok

Grok, chatbot AI besutan xAI kini hadir dalam aplikasi mandiri. (Dok: Grok)

Jika diperhatikan, penampilan Ani memang terlihat mirip dengan salah satu karakter anime/manga di Death Note bernama Misa Amane.

AI companions di Grok ini tentu saja tanpa kontroversi. Beberapa layanan serupa seperti Character.AI telah menghadapi tuntutan hukum dari orang tua, menyusul sejumlah kasus serius terjadi.

Sebelumnya, chatbot Character.AI ini sempat mendorong anak untuk bunuh diri atau menyerang orang tuanya.

Sebuah studi terbaru juga mengungkap risiko signifikan ketia orang dewasa memakai AI companions atau chatbot sebagai pengganti teman, terapis, atau orang kepercayaan.

 

xAI Dapat Kecaman dari Publik

Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). CEO Tesla tersebut menjadi saksi pertama dalam persidangan terkait masalah akuisisi SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)

Lebih dari itu, xAI baru saja menghadapi kecaman pekan lalu setelah Grok versi sebelumnya merespons antisemitisme dan menyebut dirinya "MechaHitler".

Menghadirkan lebih banyak kepribadian dalam sistem yang belum stabil menjadi langkah yang dinilai berani.

Banner Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya