Liputan6.com, Jakarta - Pasar saham Asia-Pasifik dibuka beragam pada hari Selasa karena investor tampaknya mengabaikan ancaman tarif yang dirilis oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Investor bursa Asia tengah menunggu serangkaian rilis data ekonomi dari China.
Investor juga menantikan minggu yang sibuk untuk musim laporan keuangan kuartal kedua dari Wall Street, dan data inflasi utama. Pada perdagangan di AS, ketiga indeks saham acuan utama Wall Street mengakhiri sesi perdagangan Senin dengan kenaikan.
Advertisement
Mengutip CNBC, Selasa (15/7/2025), bursa Asia-Pasifik memulai hari Selasa dengan beragam. Pada pukul 08.10 waktu Singapura, indeks acuan Nikkei 225 Jepang mendatar sementara indeks Topix yang lebih luas naik 0,32%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,31% sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 0,26%.
Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,66%.
Data Kunci
Investor tengah mencermati sejumlah data dari China pada perdagangan hari ini, termasuk angka pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II 2025 serta investasi perkotaan dan penjualan ritel Juni.
Ekonom memperkirakan ekonomi di negara raksasa Asia itu akan tumbuh 5,1% pada periode April hingga Juni, dari 5,4% pada kuartal sebelumnya.
Sementara itu, investasi perkotaan China diperkirakan naik 3,6% antara Januari dan Juni. Untuk penjualan ritel diperkirakan mencapai 5,4% pada bulan Juni, dibandingkan dengan 6,4% pada bulan sebelumnya.
Prediksi Bursa Asia
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang diperkirakan akan dibuka menguat, dengan kontrak berjangka di Chicago berada di level 39.560, sementara di Osaka terakhir diperdagangkan di level 39.510, dibandingkan penutupan indeks pada hari Senin di level 39.459,62.
Harga berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 24.264, menunjukkan pembukaan yang lebih kuat dibandingkan penutupan terakhir HSI di level 24.203,32.
S&P/ASX 200 Australia juga diperkirakan akan mengawali hari dengan penguatan dengan kontrak berjangka yang terkait dengan indeks acuan di level 8.599, dibandingkan penutupan terakhirnya di level 8.570,40.
Prediksi IHSG
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (15/7/2025). IHSG hari ini berpeluang tes level resistance di 7.100-7.170.
IHSG menguat 0,71% dan disertai aksi jual saham oleh investor asing senilai Rp 1,17 triliun pada perdagangan Senin, 14 Juli 2025.
“IHSG berpotensi tes resistance kuat di 7.100-7.150, tetapi rentan koreksi lagi jika gagal break resistance tersebut,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 7.000-7.050 dan level resistance 7.100-7.150.