Piala AFF U-23 2025: Tak Ada Marselino dan Struick, Tak Ada Masalah

Timnas Indonesia U-23 akan tampil tanpa dua nama top, Marselino Ferdinan dan Rafael Struick, dalam gelaran Piala AFF U-23 2025.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 14 Juli 2025, 17:40 WIB
Selebrasi pemain Timnas Indonesia U-23, Marselino Ferdinan (kanan) bersama Witan Sulaeman setelah mencetak gol pertama ke gawang Yordania U-23 lewat eksekusi penalti pada laga ketiga Grup A Piala Asia U-23 2024 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Minggu (21/4/2024). (AFP/Karim Jaafar)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia U-23 akan tampil tanpa dua nama top, Marselino Ferdinan dan Rafael Struick, dalam gelaran Piala AFF U-23 2025. Padahal, secara usia, keduanya masih layak masuk skuad. Namun, pelatih Gerald Vanenburg punya alasan kuat di balik keputusannya.

Marselino yang kini membela Oxford United, serta Struick dari Dewa United, memang tidak dilepas oleh klub masing-masing. Hal ini cukup dimaklumi mengingat Piala AFF U-23 bukanlah turnamen resmi dalam kalender FIFA. Klub pun tak memiliki kewajiban untuk mengizinkan pemainnya bergabung.

Keputusan ini sekaligus menandai penegasan bahwa Timnas U-23 akan tampil dengan kekuatan baru, memberi panggung bagi pemain-pemain muda lain untuk unjuk gigi. Menurut Vanenburg, skuad saat ini sudah dipilih dan ia cukup puas dengan materi yang dimiliki.


Level Senior, Bukan Lagi U-23

Selebrasi Marselino Ferdinan dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Selasa (19/11/2024). (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Meski secara umur Marselino dan Struick masih bisa bermain, Vanenburg menilai keduanya telah naik kelas. Pengalaman mereka bersama timnas senior menjadi pertimbangan utama tak melibatkan keduanya dalam skuad U-23 kali ini.

Marselino telah mengoleksi 35 caps bersama timnas senior, sementara Struick mencatatkan 23 penampilan. Tak heran jika sang pelatih menganggap kehadiran mereka tak lagi relevan untuk level U-23. “Tidak, mereka tidak ada di sini. Mereka di timnas senior. Kami sudah mempunyai nama-nama di Timnas Indonesia U-23,” tegas Vanenburg dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Bola.com.

Ia juga menambahkan bahwa waktu pertandingan yang bersamaan menjadi faktor lainnya. “Jadi, mereka tidak bersama kami. Apalagi, timnas senior bermain di waktu yang kurang lebih sama. Jadi, mereka tidak bermain dengan kami,” lanjutnya.


Persiapan Serius Menuju Kualifikasi Asia

Pemain Timnas Indonesia, Rafael Struick menggiring bola saat laga Grup B Piala AFF 2024 melawan Filipina yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (21/12/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Piala AFF U-23 2025 bukan hanya sekadar turnamen regional, melainkan ajang pemanasan menuju kompetisi yang lebih besar. Timnas U-23 akan mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada September mendatang.

Oleh karena itu, pembentukan tim yang solid dan bisa berkembang bersama menjadi hal yang lebih diutamakan oleh Vanenburg. Ia memilih untuk fokus pada pemain-pemain yang tersedia daripada memikirkan siapa yang tak bisa datang. “Saya kira, yang terpenting adalah timnas senior harus lolos ke Piala Dunia 2026. Saya sudah senang dengan pemain yang saya punya saat ini,” katanya.

Lanjut Baca:

Pelatih asal Belanda itu juga menunjukkan optimisme terhadap generasi muda yang dimilikinya. “Kami mempunyai banyak pemain muda, yang tentu masih harus berkembang, tapi saya senang dengan kualitas. Saya rasa, pemain yang jadi dan tidak jadi datang bukan hal yang saya pikirkan,” tambahnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya