Saat Standar Kecantikan Digital Membebani, Gerakan Self-Love Jadi Angin Segar

Fenomena “kulit sempurna” yang dipromosikan di dunia maya perlahan mendapat perlawanan.

oleh Liputan6.comDiperbarui 14 Juli 2025, 17:14 WIB
quote kecantikan ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Jakarta Di era media sosial yang dipenuhi filter dan editan foto, standar kecantikan semakin terasa tidak realistis. Kulit mulus tanpa noda seolah menjadi syarat mutlak untuk tampil percaya diri. Tekanan ini, terutama bagi perempuan, tak jarang memicu krisis kepercayaan diri hingga kelelahan mental.

Fenomena “kulit sempurna” yang dipromosikan di dunia maya perlahan mendapat perlawanan. Beberapa influencer kini berani tampil tanpa filter, mempopulerkan narasi kejujuran terhadap kondisi kulit yang nyata. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk lebih bijak memandang kecantikan: bukan sekadar menutupi kekurangan, tetapi merawat kulit dengan cara yang sehat dan konsisten.

Gambaran kulit ideal di media sosial dan sehar-hari

Saat Standar Kecantikan Digital Membebani, Gerakan Self-Love Jadi Angin Segar

Salah satu kampanye yang belakangan viral adalah “Skin Goals VS Skin Reality” dari Jglow. Video ini menggugah publik dengan menampilkan para perempuan yang membagikan pengalaman tampil tanpa filter. Mereka membandingkan gambaran kulit ideal versi media sosial dengan kondisi kulit asli sehari-hari. 

“Kulitku nggak selalu flawless, dan itu normal. Yang penting aku nyaman sama diri sendiri, dan tahu cara ngerawat kulitku dengan benar,” ungkap Nadine Velysia, salah satu kreator yang ikut dalam kampanye tersebut.

Keresahan terhadap standar kecantikan digital

Chania, CMO Jglow, menyebut kampanye ini lahir dari keresahan banyak perempuan terhadap standar kecantikan digital. 

“Kami ingin perempuan merasa berdaya dengan menerima kondisi kulitnya, bukan malah tertekan oleh ekspektasi yang tidak realistis,” jelasnya.

Dengan lebih dari ribuan interaksi di TikTok, “Skin Goals VS Skin Reality” memicu diskusi hangat tentang self-love dan perawatan kulit yang masuk akal. Kampanye ini dinilai memberi angin segar di tengah tren kecantikan instan yang mendominasi media sosial.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya