Liputan6.com, Jakarta Liputan6.com menghadirkan informasi terkini mengenai harga emas perhiasan hari ini, 14 Juli 2025. Perlu diingat, harga emas perhiasan sangatlah dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Informasi yang disajikan di bawah ini merupakan rangkuman dari berbagai sumber dan dapat berbeda di setiap toko emas.
Fluktuasi harga emas perhiasan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kadar emas, desain, lokasi toko, dan kebijakan penjual. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu memantau perkembangan harga emas dan menghubungi toko emas terdekat atau situs web penjual emas terpercaya untuk mendapatkan informasi yang paling akurat.
Advertisement
Berikut adalah rangkuman informasi mengenai harga emas perhiasan dari berbagai sumber pada periode yang berbeda, yang dapat memberikan gambaran mengenai tren dan fluktuasi harga emas.
Daftar Harga Emas Perhiasan di Laku Emas
- 24K (99%) Rp. 1.572.000
- 23K Rp. 1.395.000
- 22K Rp. 1.338.000
- 21K Rp. 1.280.000
- 20K Rp. 1.218.000
- 19K Rp. 1.155.000
- 18K Rp. 1.093.000
- 17K Rp. 1.030.000
- 16K Rp. 968.000
- 15K Rp. 906.000
- 14K Rp. 845.000
- 13K Rp. 786.000
- 12K Rp. 723.000
- 11K Rp. 661.000
- 10K Rp. 601.000
- 9K Rp. 538.000
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga emas antara lain:
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS: Emas umumnya diperdagangkan dalam dolar AS, sehingga fluktuasi nilai tukar rupiah dapat memengaruhi harga emas lokal.
- Kebijakan Suku Bunga: Kenaikan suku bunga biasanya membuat emas kurang menarik karena investor cenderung mencari imbal hasil yang lebih tinggi pada aset berbunga.
- Inflasi: Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Ketika inflasi meningkat, permintaan terhadap emas juga cenderung meningkat, mendorong harganya naik.
- Kondisi Ekonomi Global: Ketidakpastian ekonomi global, seperti perang dagang atau krisis keuangan, dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
- Sentimen Pasar: Sentimen investor dan spekulasi pasar juga dapat memengaruhi harga emas dalam jangka pendek.
Dengan memahami faktor-faktor ini, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat terkait dengan emas perhiasan.
Proyeksi Awal Pekan, Harga Emas Bisa Tembus USD 3.443
Sebelumnya, harga emas dunia ditutup pada level USD 3.357 per troy ounce pada akhir pekan lalu. Mengawali pekan ini, harga emas diprediksi akan melanjutkan penguatan. Namun, analis mengingatkan bahwa ada potensi koreksi.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, jika momentum penguatan tetap terjaga, harga emas dunia berpotensi menembus level USD 3.376 per troy ounce. Lebih jauh, jika level tersebut tertembus, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju level USD 3.443 per troy ounce.
"Kalau saya lihat daily bahwa harga emas ini masih terus akan mengalami penguatan. Kalau seandainya menguat di hari Senin, kemungkinan besar akan tembus di level USD 3.376. Kalau seandainya itu terkena, kemungkinan besar akan kembali naik di level USD 3.443," kata Ibrahim kepada Liputan6.com, Senin (14/7/2025).
Namun Ibrahim juga mengingatkan bahwa pergerakan harga tetap memiliki risiko koreksi. Jika tekanan jual meningkat, harga bisa turun ke kisaran USD 3.340 hingga USD 3.335.
"Kalau seandainya turun, itu pun juga turunnya kemungkinan ke USD 3.335. Dan kalau seandainya masih bisa turun itu di USD 3.340," ujarnya.
Meski demikian, outlook jangka pendek harga emas masih positif. Emas tetap dilirik sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global yang tinggi.
Para investor cenderung memilih logam mulia sebagai lindung nilai atas volatilitas geopolitik dan ekonomi.
Tarif Impor Trump dan Perang Dagang Baru
Salah satu faktor utama yang mendukung penguatan harga emas adalah meningkatnya tensi perang dagang global. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan akan menaikkan tarif impor terhadap Kanada menjadi 35% mulai 1 Agustus 2025, naik dari sebelumnya 25%. Kebijakan ini disebut-sebut mengejutkan para pejabat Kanada.
Langkah Trump itu dinilai akan memicu reaksi balasan dari negara mitra dagang lainnya. Jepang dan negara-negara Eropa dikabarkan tengah memantau dengan cermat apakah mereka juga akan dikenai tarif serupa. Ketidakpastian ini menambah kekhawatiran pasar global.
"Ini yang membuat Harga Emas kemungkinan besar mengalami kenaikan walaupun baru berlaku adalah di 1 Agustus," ujarnya.