Baterai Baru Huawei Bisa Tempuh 3.000 Km dan Ngecas Cuma 5 Menit

Huawei mengklaim telah mengembangkan baterai solid-state untuk mobil listrik yang bisa menempuh lebih dari 3.000 km dalam sekali isi daya dan dapat diisi penuh hanya dalam 5 menit.

oleh Muhamad RidwanDiterbitkan 14 Juli 2025, 12:02 WIB
Huawei luxeed S7 (Huawei)

Liputan6.com, Jakarta - Bayangkan mobil listrik yang bisa jalan dari Jakarta ke Papua tanpa ngecas ulang dan saat baterainya habis, cukup isi 5 menit langsung full! Huawei mengklaim itu bukan lagi mimpi.

Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huawei, baru saja mengguncang dunia otomotif lewat paten barunya.

Mereka mengembangkan baterai solid-state canggih yang diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 3.000 km dalam sekali isi daya, dan hanya butuh 5 menit untuk mengisi dari 0 hingga 100 persen.

Teknologi ini menggunakan elektrolit sulfida dengan nitrogen doping, formulasi khusus yang meningkatkan kepadatan energi hingga 400–500 Wh/kg, atau 2–3 kali lipat dari baterai lithium-ion biasa. Artinya? Mobil listrik bisa melaju jauh lebih lama tanpa harus sering-sering ke tempat pengisian daya.

Meski terdengar seperti masa depan yang keren, para ahli mengingatkan bahwa temuan ini masih tahap laboratorium.

Produksi massal dinilai masih sulit karena biaya sangat mahal, elektrolit sulfida bisa mencapai USD 1.400 per kWh atau sekitar Rp 21 jutaan per kWh.

Selain itu, infrastruktur charging ultra-cepat belum siap di banyak negara, termasuk Indonesia. Belum banyak stasiun pengisian yang mampu menampung arus setinggi itu dalam waktu sesingkat ini.

Namun, langkah Huawei ini tetap mengejutkan. Meski bukan produsen baterai, perusahaan ini belakangan rajin berinvestasi di riset energi. Banyak pihak memprediksi Huawei siap terjun langsung ke industri baterai EV dan jadi pemain besar.

 

Standar Uji CLTC vs EPA

Perlu dicatat, klaim jarak tempuh 3.000 km ini mengacu pada standar CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle). Jika memakai standar EPA dari Amerika, jaraknya turun jadi sekitar 2.000 km.

Tapi tetap saja, ini jauh di atas rata-rata mobil listrik yang saat ini hanya menempuh sekitar 500–700 km per sekali cas.

Sementara para pemain besar seperti Toyota, CATL, dan Samsung SDI baru berencana memproduksi baterai solid-state secara massal antara 2027–2030, Huawei seakan melompat lebih jauh ke depan.

Kalau benar-benar bisa direalisasikan, teknologi ini bisa jadi “game changer” yang menghapus kecemasan soal jarak tempuh dan waktu ngecas, dua masalah utama mobil listrik saat ini.

INFOGRAFIS CEK FAKTA_Tips Terhindar Penipuan Lowongan Kerja Palsu (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya