Liputan6.com, Jakarta Penerbangan Super Air Jet rute Bali-Jakarta pada Jumat (11/7/2025) menjadi sorotan publik setelah mengalami pembatalan mendadak. Salah satu penumpang Super Air Jet yang turut melayangkan protes adalah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Aksi protes tersebut terekam dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @verasitolongga5 dan viral di media sosial.
Advertisement
Dalam video berdurasi singkat itu, Ridwan Kamil tampak mempertanyakan keputusan pembatalan kepada petugas di Bandara Ngurah Rai.
Ia dengan tegas menekankan bahwa keputusan untuk terbang semestinya berada di tangan pilot. Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada petugas wanita yang menjelaskan kondisi penerbangan.
“Pilotnya, Mbak. Dia yang menentukan pesawat terbang atau tidak, aman atau tidak aman,” ucap Ridwan Kamil dalam video tersebut.
Keluhan Penumpang Lain
Selain Ridwan Kamil, penumpang lain juga ikut menyuarakan keluhan lantaran tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai keterlambatan penerbangan.
Salah satu penumpang bahkan menyoroti alasan pengaspalan landasan pacu yang disebut-sebut sebagai penyebab tertundanya jadwal terbang. Penumpang itu membandingkan dengan maskapai lain yang tetap bisa berangkat di jam yang sama.
“Trans Nusa itu jam 1.20 berangkat, kenapa tiba-tiba berangkat langsung ngaspal?” protes salah satu penumpang yang merekam kejadian tersebut.
Penjelasan Manajemen Super Air Jet
Menanggapi kejadian tersebut, manajemen Super Air Jet memberikan klarifikasi melalui pernyataan resmi. Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari, menyampaikan bahwa keterlambatan terjadi karena alasan operasional, bukan karena kondisi landasan pacu seperti yang disebut petugas.
Menurut Ari, keterlambatan dipicu oleh penyesuaian rotasi pesawat dari rute sebelumnya yang berdampak pada jadwal keberangkatan penerbangan IU-745 dari Bali ke Jakarta. Hal tersebut dinilai sebagai bagian dari proses operasional yang tidak bisa dihindari.
“Super Air Jet menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan pengguna layanan penerbangan IU-745 dari Bali menuju Jakarta,” ujar Ari Azhari dalam keterangan tertulis pada Sabtu (12/7/2025).
Super Air Jet Beroperasi di Bawah Naungan Lion Air Group
Super Air Jet merupakan maskapai yang tergolong baru di Indonesia. Diresmikan pada Maret 2021, maskapai ini berada di bawah naungan Lion Air Group dan diprakarsai oleh Rusdi Kirana. Maskapai ini menyasar segmen penumpang muda dengan layanan penerbangan berbiaya rendah namun tetap nyaman.
Maskapai ini mendapatkan Sertifikat Operator Udara dari Kementerian Perhubungan pada 30 Juni 2021 dan resmi beroperasi pada 6 Agustus 2021. Penerbangan perdana mereka saat itu melayani rute Jakarta ke Medan dan Batam dengan pesawat Airbus A320-200.
Namun pada September 2021, Super Air Jet sempat menghentikan operasional selama satu bulan akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Maskapai ini kembali aktif beroperasi mulai 21 Oktober 2022 dan terus berkembang hingga kini.
Super Air Jet menawarkan 180 kursi kelas ekonomi di setiap armada dan mempromosikan diri sebagai maskapai bertarif rendah dengan layanan premium. Dalam situs resminya, perusahaan menyatakan komitmennya untuk menyediakan transportasi terjangkau dengan konektivitas tinggi untuk generasi modern.