Cek Kesehatan Massal untuk Semua Organ Sekolah Dimulai Agustus

Pelaksanaan cek kesehatan menyasar siswa, guru, dan tenaga kependidikan lain dalam lingkup Sekolah dan Sekolah Rakyat.

oleh Edhie Prayitno IgeDiterbitkan 15 Juli 2025, 21:00 WIB
Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat hari ini, Rabu (9/7/2025). Simulasi dilakukan di Sentra Handayani, Jakarta Timur. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Semarang - Usai menggagas program Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan program populis dengan program cek kesehatan gratis untuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan di seluruh sekolah, termasuk Sekolah Rakyat. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyebut bahwa program ini akan dimulai bulan Agustus 2025. "Cek kesehatan sangat penting untuk memastikan anak-anak siap secara fisik menjalani proses belajar. Kalau tubuh sehat, pikiran juga akan jernih. Kesehatan adalah harta sejati, dan pendidikan adalah kunci untuk membukanya,’” kata Abdul Fikri Faqih.

Ia menambahkan bahwa negara perlu memiliki data kesehatan yang valid. Dengan data kesehatan yang jelas diharapkan bisa fokus pada program pencegahan seperti olahraga dan pola makan sehat, sehingga anggaran kesehatan justru bisa lebih efisien. Berdasarkan data, program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial akan membuka 200 sekolah dengan anggaran Rp10 triliun. Sekolah Rakyat menargetkan 20.000 siswa dari keluarga miskin ekstrem dan anak jalanan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 53 juta siswa SD hingga SMA di lebih dari 282.000 sekolah dan madrasah. Untuk Sekolah Rakyat, cek kesehatan dimulai 7 Juli 2025. Kemudian siswa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama dimulai 1 Agustus 2025. Siswa yang terdeteksi sakit, terutama penyakit menular, akan mendapat pengobatan hingga sembuh sebelum memulai pembelajaran.

Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat penduduk usia 15 tahun ke atas rata-rata hanya bersekolah hingga kelas 9 SMP. Sementara jumlah guru untuk Sekolah Rakyat masih dalam proses rekrutmen, dengan seleksi dimulai April 2025 untuk 198 lokasi. “Program ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga membangun generasi cerdas yang siap belajar,” katanya.

Setelah cek kesehatan, Sekolah Rakyat akan menggelar matrikulasi dan orientasi sebelum pembelajaran formal dimulai, menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi sehat dan berprestasi.

Abdul Fikri Faqih, anggota DPR RI dari Jawa Tengah. Foto: liputan6.com/edhie prayitno ige 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya