Liputan6.com, Bandung - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, menyebutkan, sebanyak 127 gunung api tersebar di negara kepulauan Indonesia atau 13 persen dari jumlah keseluruhan gunung api yang ada di dunia.
Ratusan gunung api itu membentuk busur kepulauan, membentang dari ujung barat sampai timur, yaitu dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, dan Kepulauan Sangir Talaud.
Advertisement
Merujuk Laporan Evaluasi Tingkat Aktivitas Gunungapi Indonesia per November 2023 lalu, sebanyak 76 gunung api dinyatakan sangat aktif, ditandai pernah erupsi sejak tahun 1600 sampai sekarang, tiga di antaranya berada di bawah laut (Buana Wuhu/Sangir, Hobal dan Emperor of China /Flores).
Adapun, merujuk data pada laman Magma Indonesia yang dikelola Badan Geologi, berikut adalah daftar gunung api aktif yang masuk pada kategori aktivitas vulkanik Level II hingga Level IV, per tanggal 12 Juli 2025, sekira pukul 17.00 WIB.
Level IV (Awas)
Level IV atau Awas yakni kondisi dengan hasil pengamatan visual dan instrumental teramati mengalami peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi
Hingga 12 Juli 2025, hanya satu gunung api aktif yang masuk pada level ini:
1. Lewotobi Laki-laki - Nusa Tenggara Timur
Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan Sektoral Barat Daya - Timur laut 7 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki.
Simak Video Pilihan Ini:
Level III (Siaga)
Sementara, Level III (siaga) yakni kondisi dengan hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi.
Per tanggal 25 Juli 2025, Badan Geologi menyatakan, ada dua gunung api yang masuk pada level ini:
1. Ili Lewotolok - Nusa Tenggara Timur
2. Merapi - Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah
Terkait Gunung Ili Lewotolok, Badan Geologi merekomendasikan, masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat serta sektor Timur laut G. Ili Lewotolok.
Sementara, atas Gunung Merapi, disampaikan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Level II (Waspada)
Level II (Siaga) adalah kondisi dengan hasil pengamatan visual dan instrumental mulai memperlihatkan peningkatan aktivitas. Pada beberapa gunung api dapat terjadi erupsi.
Per tanggal 25 Juli 2025 ini, tercatat ada 22 gunung api yang berada pada status ini. Berikut daftar lengkapnya:
- Anak Krakatau - Lampung
- Anak Ranakah - Nusa Tenggara Timur
- Awu - Sulawesi Utara
- Banda Api - Maluku
- Bromo - Jawa Timur
- Dempo - Sumatera Selatan
- Dieng - Jawa Tengah
- Dukono - Maluku Utara
- Gamalama - Maluku Utara
- Ibu - Maluku Utara
- Iya - Nusa Tenggara Timur
- Karangetang - Sulawesi Utara
- Kerinci - Jambi, Sumatera Barat
- Lokon - Sulawesi Utara
- Marapi - Sumatera Barat
- Raung - Jawa Timur
- Rinjani - Nusa Tenggara Barat
- Ruang - Sulawesi Utara
- Semeru - Jawa Timur
- Slamet - Jawa Tengah
- Soputan - Sulawesi Utara
- Sinabung - Sumatera Utara