Liputan6.com, Moskow - Rusia memerintahkan penutupan Konsulat Polandia di Kaliningrad pada Jumat (11/7/2025) sebagai langkah balasan di tengah hubungan yang terus memburuk antara kedua negara menyusul kebakaran di Warsawa yang oleh Polandia disebut sebagai sabotase oleh Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa penutupan ini merupakan respons atas keputusan Polandia pada Mei 2025 untuk menutup Konsulat Rusia di Krakow.
Advertisement
"Tidak ada serangan yang tidak bersahabat terhadap negara kami yang akan dibiarkan tanpa reaksi dan konsekuensi yang setimpal," demikian pernyataan lembaga tersebut seperti dilansir AP.
Menanggapi penutupan tersebut, kantor berita Polandia, PAP, melaporkan bahwa juru bicara Kementerian Luar Negeri Polandia, Pavel Vronsky, menyatakan keputusan Rusia memang telah diperhitungkan, namun bukan berarti itu dapat dibenarkan.
Polandia menutup Konsulat Rusia di Krakow sebagai tanggapan atas kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di Warsawa yang menurut Perdana Menteri Polandia Donald Tusk merupakan aksi pembakaran yang diperintahkan oleh dinas intelijen Rusia.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi pada 12 Mei 2024 di pusat perbelanjaan Marywilska 44 tersebut, namun insiden itu menghancurkan area pasar yang menampung sekitar 1.400 toko dan tempat layanan, dengan banyak pedagang berasal dari komunitas Vietnam di Warsawa.
Bantahan Rusia
Rusia membantah keterlibatannya dalam kebakaran Marywilska maupun tindakan sabotase lainnya di Polandia yang dituduhkan oleh pihak berwenang di Warsawa.
Tahun lalu, Polandia juga memerintahkan penutupan Konsulat Rusia di Poznan sebagai tanggapan atas berbagai tindakan sabotase, termasuk serangan pembakaran, yang menurut pejabat setempat didalangi oleh Moskow.
Dengan penutupan terbaru ini, hanya tersisa satu Konsulat Rusia di Polandia, yaitu di Kota Gdansk.
Hubungan Rusia dan Polandia memburuk sejak Moskow menginvasi Ukraina pada Februari 2024, di mana Warsawa menjadi pendukung kuat Ukraina dan memberikan bantuan.
Kekhawatiran juga semakin meningkat bahwa Rusia berusaha mendestabilisasi Eropa melalui operasi rahasia di seluruh benua.
Pada Selasa (8/7), tiga pria divonis di Inggris atas tindakan pembakaran terhadap gudang di London timur yang menyimpan peralatan yang akan dikirim ke Ukraina. Pihak berwenang menyatakan bahwa intelijen Rusia berada di balik rencana tersebut.
Negara-negara di sepanjang sisi timur NATO, seperti Polandia dan negara-negara Baltik, merasa sangat rentan. Pada Maret, Lithuania menuduh Rusia melakukan serangan pembakaran di toko IKEA di ibu kota Vilnius tahun lalu.