Dari Juggling Menuju Prestasi: Piala Presiden 2025 Ingatkan Pentingnya Akar Rumput Lewat Kehadiran 2.200 Anak SSB

Piala Presiden 2025 bukan sekadar turnamen pramusim semata. Ajang ini jadi momentum yang menggugah harapan talenta sekaligus mengingat soal pentingnya memperhatikan pembinaan akar ruput dalam mendongkrak kualitas sepak bola Indonesia.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 12 Juli 2025, 11:00 WIB
Suporter cilik menyaksikan laga pembuka Piala Presiden 2025 antara Oxford United melawan Liga Indonesia All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada Minggu (6/7/2025) malam WIB. Piala Presiden tak hanya menjadi ajang pramusim semata, tetapi momentum membangkitkan semangat talenta sepak bola muda lewat atraksi juggling di pinggir lapangan saat pembukaan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Piala Presiden 2025 menjadi alarm penting yang mengingatkan bahwa peningkatan kualitas sepak bola Indonesia tak bisa dilepaskan dari akar rumpur (grassroot). Pasalnya di ajang ini, akar rumput berkibar lewat kehadiran 2.200 anak SSB dalam opening ceremony, tetapi klub lokal justru layu lantaran absen di babak final.

Seperti diketahui, Piala Presiden 2025 tampil dengan wajah baru lantaran menghadirkan dua klub luar negeri yakni Oxford United dari divisi Championship Inggris serta Port FC asal Thailand. Keberadaan mereka memang menambah warna.

Namun di sisi lain, hal ini memastikan trofi Piala Presiden bakal terbang ke luar negeri. Oxford United dan Port FC sudah menahbiskan diri sebagai peserta babak final pada Minggu (13/7/2025) usai menyapu bersih kemenangan di fase grup.

Liga Indonesia All Star dan Dewa United yang kalah saing hanya kebagian jatah berebut juara tiga pada Sabtu (12/7/2025). Sementara itu, partisipan lain yakni Persib Bandung, dan Arema FC tak mendapat kesempatan tampil lagi.

Hasil itu tak ayal memberi gambaran terkait bagaimana superiornya klub-klub asing dibanding tim lokal saat ini.

Meski Oxford United dan Port FC pada dasarnya juga dihuni penggawa Timnas Indonesia–Marselino Ferdinan, Ole Romeny, Asnawi Mangkualam–ada urgensi untuk mencetak lebih banyak pemain berprestasi dari Ibu Pertiwi guna mendongkrak kualitas, bukan hanya tim nasional, melainkan juga klub dan liga.

Sisi terangnya, Piala Presiden 2025 sudah mengambil peran dengan menjadi cermin realita sekaligus menyalakan alarm terkait urgensi ini.

Bukan cuma lewat hasil pertandingan, inisiatif panitia mengundang ribuan anak SSB saat acara pembukaan jadi pengingat bagi stakeholder bahwa Indonesia sejatinya tak pernah kekurangan talenta sepak bola untuk dipentaskan di level internasional.


Juggling Bangkitkan Asa untuk Masa Depan

Aksi 2.200 anak SSB saat melakukan juggling bola dalam acara pembukaan Piala Presiden 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (6/7/2025). Liputan6.com/Melinda Indrasari)

Sebagai informasi, opening ceremony Piala Presiden 2025 yang berlangsung pada Minggu (6/7/2025) memang mengusung gebrakan dengan menghadirkan 2.200 pemain dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) yang melakukan atraksi juggling di pinggir lapangan.

Talenta masa depan itu dikumpulkan setelah panitia menggelar rekrutmen terbuka yang diumumkan di media sosial pada awal Juli.

Lanjut Baca:

Menariknya, kegiatan ini ternyata tak hanya menjadi atraksi dan hiburan, melainkan pesan simbolik tentang pentingnya pembinaan usia dini dan bagaimana talenta-talenta muda Tanah Air harus lebih diperhatikan. Dari juggling Piala Presiden, muncul ribuan anak yang kini mendapat suntikan semangat dan harapan baru untuk menjadi tulang punggung mengembangkan kualitas sepak bola Indonesia. Dennis Mahmud Permana salah satunya Pemain cilik berusia 12 tahun itu diklaim jadi satu-satunya pemain dari SSB-nya: SSB Maesa Para Raider yang berkesempatan tampil dalam opening ceremony. Pengalaman ini membawa momen menggetarkan buat Dennis. Dia selangkah lebih dekat merasakan mimpi tampil menjadi pemain sepak bola top Indonesia di hadapan puluhan ribu suporter. Orang tua Dennis, Mahmudi, turut mengapresiasi dan menyambut positif langkah Piala Presiden menyertakan anak-anak SSB sebagai bagian dari acara. Apalagi, panitia bukan cuma memberi waktu tampil, tetapi juga menyediakan tiket gratis untuk menonton pertandingan, sebagaimana diungkap oleh Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait bersama Ketua OC Arya Sinulingga dalam konferensi pers Jumat (4/7/2025) lalu. Menurut Mahmudi, anaknya jadi makin giat berlatih dan tak pernah melepaskan bola yang dia dapat dari acara juggling usai hadir di pembukaan Piala Presiden 2025. “Dennis (selesai acara) cerita, bagaimana ya kalau dede jadi pemain di lapangan itu. Ya (kami, orang tua jawab) harus rajin berlatih. Tidak ada yang tidak mungkin. Semua ini pasti bisa asal ada kemauan. Setelah itu, jadi semangat dia. Tidak dilepas-lepas bola dia dapat dari sana (dari acara juggling Piala Presiden 2025),” ujar Mahmudi kepada Liputan6.com.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya