Puskesmas di Jakarta Sempat Kebanjiran, Wagub Rano Minta Pelayanan Masyarakat Tetap Jalan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turun langsung meninjau sejumlah titik banjir di Jakarta Selatan, di antaranya Kelurahan Jati Padang, Pejaten Barat, dan Bangka.

oleh Tim NewsDiterbitkan 11 Juli 2025, 22:59 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat meninjau sejumlah titik banjir di Jakarta Selatan. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, turun langsung meninjau sejumlah titik banjir di Jakarta Selatan, pada Selasa 8 Juli 2025. Ia mengunjungi tiga lokasi terdampak, di antaranya Kelurahan Jati Padang, Pejaten Barat, dan Bangka.

Di Jati Padang, Rano meninjau banjir di Jalan H. Sa’abun No. 9A, RT 10 RW 05, sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak. Ia juga berdialog dengan warga serta petugas kesehatan di posko pengungsian Musala Al-Muhajirin, Mampang Prapatan.

Rano juga menyambangi RT 03 RW 02 Kemang Selatan X A, Kelurahan Bangka. Ia menyatakan kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi lapangan atas penanganan banjir di berbagai wilayah, termasuk Jaksel.

“Tentu tidak akan bisa 100 persen (bebas banjir), karena setiap wilayah memiliki persoalan yang berbeda-beda,” ujarnya dalam keterangan diterima, Jumat (11/7/2025).

Dalam kesempatan itu, Rano menerima laporan bahwa salah satu Puskesmas di wilayah terdampak tergenang cukup tinggi. Ia menilai relokasi fasilitas kesehatan tersebut perlu dipertimbangkan agar pelayanan tetap optimal.

“Kalau memang perlu dipindahkan, ya dipindahkan. Karena puskesmas itu untuk pelayanan masyarakat. Ini akan jadi bagian dari evaluasi kita,” tegasnya.

 

Apresiasi Kerja Keras Petugas Lapangan

Rano juga menyebut bahwa dirinya dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membagi tugas meninjau seluruh wilayah terdampak banjir.

“Karena memang banjir kali ini cukup merata. Pak Gubernur meninjau wilayah utara dan barat,” ucapnya.

Ia mengapresiasi kerja keras para petugas di lapangan, termasuk dalam pelayanan kesehatan, serta mengimbau agar tetap bekerja dengan dedikasi.

Diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menjalankan operasi pembersihan dampak dari banjir beberapa hari lalu. Salah satunya, membersihkan sumbatan sampah di sejumlah titik aliran Sungai Ciliwung dan 12 sungai lainnya yang melintasi Jakarta.

"Kami menyiagakan petugas dan memperkuat penanganan sampah di seluruh badan air dengan pasukan oranye di titik-titik rawan mencegah terjadinya penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan efek bendung pada aliran sungai dan memperparah dampak banjir," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto dalam keterangan pers diterima, Jumat (11/7/2025).

Penanganan Dilakukan dari Hulu ke Hilir

Asep memastikan penanganan sampah ini dilakukan sejak dari hulu ke hilir aliran sungai. Mulai di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai saringan awal sampah sebelum masuk ke tengah kota.

"Sebaran sampah di lokasi seperti Jembatan Pelangi Kalibata, Jembatan Kampung Melayu hingga Banjir Kanal Barat (BKB) Season City bisa diantisipasi dengan baik. Sehingga aliran air menuju laut bisa lancar tanpa adanya efek bendung sampah," jelas Asep.

Asep menambahkan, keberadaan SSTBS sebagai upaya Pemprov Jakarta dalam mengembalikan fungsi ekosistem Sungai Ciliwung yang melewati wilayah Jakarta dengan mengurangi sampah yang masuk ke dalam kota.

"Sebelum beroperasinya SSTBS, sampah menumpuk di Jembatan Pelangi Kalibata, Jembatan Kampung Melayu, dan Pintu Air Manggarai," kata Asep.

Infografis Banjir Jabodetabek Menghantui Saat Musim Pancaroba. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya