Hilangnya Seni Bertahan Sepak Bola: Terlalu Banyak Aturan, Sedikit-Sedikit Kartu Merah

John Terry kecewa dengan sepak bola modern yang kehilangan seni bertahan. Tekel keras yang dulu wajar kini langsung kartu merah, membuat bek kehilangan insting bertahan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 11 Juli 2025, 12:45 WIB
Bek Liverpool asal Belanda Virgil van Dijk (kiri), bek Lille asal Brasil Alexsandro (tengah), dan bek Liverpool asal Inggris Jarell Quansah (tengah belakang) berebut bola selama pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Lille LOSC di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut pada 21 Januari 2025.Paul ELLIS / AFP

Liputan6.com, Jakarta John Terry, legenda Chelsea, terkenal sebagai bek tangguh yang tidak pernah ragu melakukan tekel keras dan berani menghadapi lawan siapa pun. Namun, dalam wawancara terbarunya, dia mengaku sudah tidak lagi menikmati menonton sepak bola seperti masa lalu.

Menurut Terry, permainan saat ini kehilangan aspek fisik dan seni bertahan yang dahulu menjadi bagian dari keindahan olahraga ini. Dia merasa frustrasi melihat bagaimana sepak bola modern telah berubah drastis dari yang pernah dia jalani.

Dalam wawancara bersama talkSPORT, Terry berbicara terang-terangan mengenai sepak bola masa kini yang menurutnya terlalu banyak aturan dan kurang keberanian. Dia merasa geram melihat peran bek yang dikekang, dan tidak jarang tekel yang dahulu dianggap sah kini langsung mendapat kartu merah.

Pandangannya bukan sekadar nostalgia semata, tetapi juga kritik terhadap arah permainan modern. Terry memiliki perspektif mendalam tentang bagaimana sepak bola kehilangan identitasnya, khususnya dalam aspek bertahan.


Seni Bertahan yang Memudar di Sepak Bola Modern

2. Roy Keane - Keane mejadi kapten terlama kedua di Manchester United. Kane dipercaya menjadi kapten Manchester United dari tahun 1997-2005. (AFP/Andrew Yates)

John Terry tidak ragu menyatakan bahwa seni bertahan di sepak bola saat ini sudah benar-benar hilang. Baginya, kemampuan bertahan yang dahulu menjadi kebanggaan bek tengah kini tergerus oleh regulasi dan persepsi yang terlalu lunak.

"Dulu Anda masih bisa melakukan tekel, sekarang sudah tidak bisa lagi," ungkapnya dengan nada kecewa. Dia mengungkapkan bahwa pada masanya, tekel keras merupakan bagian dari permainan.

Ada momen ketika dia melakukan tekel, dia akan terus mengayun mengikuti gerakan, dan itu hal yang biasa. "Sekarang orang bilang: 'Tidak bisa begitu, itu kartu merah.' Dan saya bilang, itu tidak masuk akal. Anda tidak bisa membuat tekel dan langsung berhenti di tempat," katanya.

Kritik ini bukan tanpa dasar. Terry melihat bahwa pendekatan permainan sekarang membuat bek kehilangan insting dan keberanian untuk bertahan secara agresif.


Kritik Pedas untuk Sepak Bola Modern dan Dunia Media

John Terry - Kasus ini terkenal usai Wayne Bridge menolak bersalaman dengan legenda Chelsea, diketahui Terry ketahuan berselingkuh dengan Vanessa Perroncel yang tak lain adalah istri Wayne Bridge. (AFP/Justin Tallis)

Tak hanya soal aturan di lapangan, John Terry juga menyentil ekosistem sepak bola modern secara keseluruhan. Dia merasa frustrasi melihat banyak figur di dunia media sepak bola yang, menurutnya, tidak memiliki pemahaman mendalam akan esensi permainan.

"Saya frustrasi melihat orang-orang di dunia sepak bola sekarang dapat pekerjaan dan peran di TV, itu bikin saya pusing," ujarnya. Terry menyiratkan bahwa banyak komentator atau analis saat ini tidak mewakili suara pemain yang benar-benar pernah bertarung di lapangan.

Kekecewaan itu juga mencerminkan perasaan terasing dari sebuah dunia yang pernah menjadi panggung utamanya. Terry bukan hanya mengeluhkan aturan baru, tetapi juga bagaimana seluruh atmosfer sepak bola sekarang terasa terlalu steril dan tidak menggugah emosi seperti dahulu.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya