BRI Fokus Himpun Dana Murah untuk Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang

Salah satu langkah strategis yang diambil BRI adalah fokus pada penghimpunan dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) guna menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) serta memastikan keberlanjutan bisnis ke depan.

oleh Wuri AnggariniDiperbarui 11 Juli 2025, 08:30 WIB
BRI terus perkuat stuktur pendanaan jangka panjang. 

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat struktur pendanaan jangka panjang di tengah tantangan ekonomi global. Salah satu langkah strategis yang diambil BRI adalah fokus pada penghimpunan dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) guna menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) serta memastikan keberlanjutan bisnis ke depan.

Sampai akhir Kuartal I 2025, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BRI mencapai Rp1.421,60 triliun. Dari jumlah tersebut, dana murah menyumbang porsi terbesar, yakni 65,77% atau setara Rp934,95 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus mencerminkan efektivitas strategi BRI dalam menjaga keseimbangan sumber pendanaan yang berbiaya rendah.

Efisiensi yang dicapai BRI pun terlihat dari penurunan cost of fund, yang turun dari 3,6% pada Triwulan I 2024 menjadi 3,5% di periode yang sama tahun ini. Penurunan ini menjadi bukti keberhasilan BRI dalam mengelola struktur pendanaan secara optimal, sekaligus meningkatkan daya saing di tengah kompetisi perbankan nasional yang semakin ketat.

Dukungan Pertumbuhan Transaksi Digital Super App BRImo

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa pencapaian CASA BRI tersebut salah satunya didukung pertumbuhan transaksi digital Super App BRImo yang semakin memperkuat posisi BRI dalam layanan digital banking di Indonesia.

“Hingga akhir Maret 2025, tercatat pengguna super app BRImo telah mencapai 40,28 juta user, atau meningkat 20,26% yoy. Sementara dari sisi jumlah dan nilai transaksi, pada Triwulan I 2025 BRImo melayani 1,2 miliar transaksi finansial, naik 25,5% YoY dengan volume sebesar Rp1.599 triliun atau meningkat 27,79% YoY”, ungkapnya.

Hery Gunardi juga menambahkan bahwa dalam menghadapi era digitalisasi, BRI juga aktif membangun infrastruktur pembayaran yang modern dengan memperluas jangkauan layanan transaksi non-tunai di seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dari keberhasilan BRI membangun ekosistem pembayaran digital dengan dukungan lebih dari 4,3 juta merchant QRIS dan 344 ribu merchant EDC yang tersebar dari pusat kota hingga pelosok desa.

Tak hanya itu, pertumbuhan dana murah tersebut tidak terlepas dari optimalisasi layanan digital BRI, khususnya melalui perluasan jaringan AgenBRILink. Tercatat, hingga akhir Triwulan I 2025 BRI telah memiliki AgenBRILink yang jumlahnya telah mencapai 1,2 juta agen, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan sebesar 49,48% yoy. Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 67 ribu desa atau menjangkau lebih dari 88% dari total desa di Indonesia, serta mencatat volume transaksi sebesar Rp423 triliun di sepanjang Triwulan I 2025.

“Dengan terus membaiknya struktur funding, BRI optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan di tengah tantangan berbagai perubahan pasar,” pungkas Hery.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya