PST Bidik Angkut Logistik Bauksit-Kayu Log Usai IPO

Manajemen PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menyatakan, komoditas seperti pasir silika, kayu log, hingga bauksit itu menjadi peluang bagi perseroan.

oleh Arief Rahman HDiperbarui 08 Juli 2025, 20:30 WIB
Pencatatan perdana saham PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT), Selasa (8/7/2025). (Foto: BEI)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) telah sukses melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan membidik angkutan komoditas bauksit hingga kayu log.

PSAT resmi melantai perdana di bursa saham dengan harga penawaran sebesar Rp900 per saham setelah menawarkan 222,35 juta saham ke publik.

Direktur Utama PSAT, Susanto menuturkan, saat ini Perseroan masih fokus pada jasa pengangkutan komoditas batu bara. Namun, menurut dia, terdapat berbagai peluang untuk memperluas jangkauan pasar dengan mulai melayani pengangkutan komoditas lainnya. 

"Komoditas seperti pasir silika, kayu log, hingga bauksit itu menjadi peluang bagi kami ke depan,” ucap Susanto dalam keterangannya, Selasa (8/7/2025).

Melalui pencatatan perdana saham ini, PSAT optimistis dapat memperluas ekspansi bisnisnya. Khususnya dalam sektor pengangkutan batubara dan barang lainnya, serta memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam industri pelayaran nasional.

Kantongi Dana Segar Rp 200 Miliar

Dalam penawaran umum perdana saham ini, PST menawarkan sebanyak 222.353.000 saham atau setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan setelah IPO, dengan harga Rp900 per saham. Dengan demikian, Perseroan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp200,1 miliar.

Sebagian besar dana hasil IPO, yakni Rp175 miliar, akan digunakan oleh anak usaha PST, PT Pancaran Karya Shipping (PKS), untuk pembelian dua unit kapal bulk carrier guna memperkuat armada Perseroan dalam mendukung proyek-proyek strategis perusahaan. Sisanya akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional kapal.

 

Prospek Usaha

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PST memiliki prospek usaha yang positif seiring meningkatnya permintaan batubara di dalam negeri, terutama untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 

Berdasarkan data APBI-ICMA, kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) batubara diproyeksikan meningkat menjadi 229,3 juta ton pada tahun 2025, naik 4,05 persen dibandingkan target tahun sebelumnya. Hal ini memberi peluang besar bagi PST untuk terus memperluas pangsa pasar dan meningkatkan volume pengangkutan.

PSAT dan ASPR Resmi Melantai di BEI Hari Ini, Harga Saham Langsung Melonjak

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, dua emiten baru resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Keduanya yakni PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR).

PT Pancaran Samudera Transport Tbk tercatat dengan kode saham PSAT menjadi perusahaan ke-15 yang melantai di bursa saham pada 2025. Sementara itu, PT Asia Pramulia Tbk yang menggunakan kode saham ASPR menjadi perusahaan ke-16.

Pantauan Liputan6.com, pergerakan saham kedua emiten baru tersebut terpantau positif. Pada awal sesi I, saham PSAT langsung melonjak 25 persen atau auto reject atas (ARA) di posisi Rp 1.250, adapun saham perdana PSAT ditawarkan Rp 900 per lembar saham.

Sementara itu, ASPR juga mencatatkan positif. Saham ASPR meningkat 13,71 persen ke Rp 142 dari harga penawaran saham perdana sebesar Rp 124 per saham.

Informasi, PSAT masuk dalam pencatatan papan utama, merupakan emiten yang bergerak di jasa transportasi logistik. Khususnya dalam mengangkut komoditas energi seperti batubara.

Kemudian, ASPR masuk dalam pencatatan papan pengembangan, merupakan emiten produsen kemasan. Perusahaan memiliki pabrik produksi kemasan plastik.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya