Liputan6.com, Padang - Di tengah banyaknya camilan modern yang terus bermunculan, kue sapik tetap bertahan sebagai salah satu kue tradisional khas Provinsi Sumatera Barat yang dicintai hingga kini oleh masyarakatnya maupun wisatawan.
Kue ini mudah ditemui di pasar tradisional, supermarket maupun pusat oleh-oleh yang tersebar di berbagai daerah, terutama di kawasan wisata seperti Kota Bukittinggi, Batusangkar dan Padang.
Advertisement
Kue sapik memiliki bentuk khas, mulai dari segitiga hingga persegi panjang. Proses pembuatannya dilakukan dengan memanggang adonan tipis di atas cetakan besi bermotif. Setelah matang dan masih panas, kue sapik segera dilipat sesuai bentuk yang diinginkan.
Camilan ini berbahan dasar tepung beras ketan dan gula pasir. Ada pula variasi lain dengan menggunakan tepung beras hitam, sehingga menghasilkan warna kehitaman. Teksturnya tipis dan renyah, menjadikannya kue sapik digemari berbagai kalangan.
Kue sapik juga menjadi salah satu camilan yang paling sering dijumpai saat Idul Fitri. Hampir di setiap rumah di Ranah Minang ini menyajikan kue sapik di meja tamu sebagai pelengkap suasana lebaran.
Selain disajikan saat Lebaran, kue sapik juga bisa menjadi oleh-oleh bagi Anda yang berkunjung ke Sumatera Barat.
Cara Membuat Kue Sapik
Bahan-bahan yang harus disiapkan:
Telur tiga butir, gula pasir 150 gram, santan 450 mili liter, margarin, tepung beras 250 gram, garam secukupnya, dan kayu manis secukupnya.
Cara membuat Kue Sapik:
1. Kocok telur hingga tercampur rata
2.Campur gula pasir berbarengan, tepung beras, dan garam
3. Masukan telur yang telah dikocok, diaduk-aduk sampai rata
4. Masukkan santan sedikit-sedikit sembari diaduk-aduk dengan memakai pengaduk kawat hingga adonan-nya licin tambahkan kayu manis, diaduk-aduk
5. Panaskan cetakan kue semprong jenis jepitan yang sudah dilumuri dengan margarin
6.Tuang adonan kedalamnya sejumlah 3 sendok makan
7. Panggang sampai masak sembari sekali-kali dibalikan, lalu lipat pada saat panas. sisihkan sampai dingin dan keras serta garing.