Satgas Damai Cartenz Kejar KKB Papua Pembakar Rumah Bupati dan Kantor Distrik

Rumah Bupati Puncak Elvis Tabuni dan Kantor Distrik Omukia diduga dibakar oleh KKB Papua pada Minggu, 6 Juni 2025 lalu. Mereka menuding dua tempat tersebut dijadikan pos militer.

oleh Nanda Perdana PutraDiperbarui 08 Juli 2025, 15:31 WIB
Ilustrasi - KKB membakar mes karyawan PT MTT dan rumah warga di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. (Foto: Humas Polda Papua)

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Ops Damai Cartenz menyatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua telah melakukan aksi pembakaran terhadap sejumlah fasilitas di Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, termasuk dua rumah milik Bupati Puncak Elvis Tabuni yang sudah lama tidak ditempati serta Kantor Distrik Omukia pada Minggu, 6 Juni 2025 lalu.

Kaops Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan, klaim KKB Papua terkait penggunaan rumah bupati dan Kantor Distrik sebagai pos militer tidaklah benar dan merupakan propaganda yang sengaja disebarkan untuk memengaruhi opini publik.

“Kelompok KKB berupaya membangun narasi seolah-olah pemerintah memanfaatkan fasilitas sipil untuk kepentingan militer. Narasi ini digunakan KKB untuk membenarkan aksi kekerasan mereka serta memengaruhi dan menghasut warga, sedangkan hal tersebut tidaklah benar” tutur Faizal kepada wartawan, Selasa (8/7/2025).

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menambahkan, Sebby Sambom yang mengaku sebagai juru bicara TPNPB OPM telah menyebarkan tudingan penempatan pasukan militer di rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia. Hal itu pun menimbulkan ketakutan warga atas kampung halaman mereka.

“Padahal sebelum narasi dari Sebby Sambom muncul, akun-akun simpatisan KKB sempat memframing bahwa pembakaran bangunan di Ilaga justru dilakukan oleh aparat TNI-Polri. Ini menunjukkan adanya pola propaganda terstruktur untuk menggiring opini publik yang mereka buat,” jelas Yusuf.

 

Bakar Gereja hingga Puskesmas

Ilustrasi - Usai aksi pembakaran puskesmas oleh KKB di Kiwirok Papua, nasib dua orang tenaga kesehatan yang bertugas di tempat tersebut belum diketahui. (Liputan6.com/ istimewa)

Selain rumah dinas Bupati Puncak dan Kantor Distrik, KKB Papua juga melakukan pembakaran empat bangunan lain, yaitu gereja di Kampung Pinapa, Distrik Omukia; rumah dinas Pemda dan Puskesmas di Kampung Pinapa; serta bangunan sekolah dan kantor kampung di Kampung Pinggil, Distrik Omukia.

Narasi pembakaran yang diklaim sebagai perlawanan terhadap militerisasi fasilitas sipil itu disebutnya sebagai strategi KKB Papua untuk menarik simpati internasional, serta membangun dukungan masyarakat lokal.

Yusuf menegaskan, aparat TNI-Polri di wilayah Kabupaten Puncak hanya bertugas menjaga keamanan masyarakat dan tidak menggunakan fasilitas sipil untuk kepentingan operasi militer.

TNI-Polri Lakukan Pengejaran

Pasukan TNI diserang KKB saat patroli di Distrik Kenyam, Nuda, Papua, Kamis (26/11/2020). Tiga prajurit yang terluka dievakuasi menggunakan helikopter. (Dok Puspen TNI)

Meski insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, petugas kini tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

"Sudah menjadi kebiasaan KKB, apabila pihak mereka melakukan kejahatan pembunuhan terhadap warga sipil, mereka selalu menyebut korbannya adalah aparat militer Indonesia yang menjadi mata-mata, namun faktanya yang mereka lakukan adalah membunuh warga sipil yang tidak bersalah,” Yusuf menandaskan.

Infografis 4 Insiden Penembakan Pesawat Ulah KKB di Papua. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya