571.410 Penerima Bansos Terlibat Judi Online, Ini Langkah Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan temuan terkait dugaan penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) oleh sejumlah penerima.

oleh Nasrul FaizDiperbarui 08 Juli 2025, 12:55 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Liputan.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan temuan terkait dugaan penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) oleh sejumlah penerima. Sebanyak 571.410 rekening penerima bansos teridentifikasi terlibat dalam aktivitas judi online sepanjang tahun 2024.

Temuan tersebut merupakan hasil pemadanan data antara Kementerian Sosial dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dari total 28,4 juta NIK penerima bansos dan 9,7 juta NIK yang terlibat judi online, ditemukan lebih dari setengah juta yang identik.

“Jadi dari penelusuran itu, kita memerlukan koordinasi dengan PPATK supaya tahu dana yang kita salurkan benar-benar dimanfaatkan atau tidak. Presiden mengizinkan kita untuk koordinasi dengan PPATK,” ujar Gus Ipul usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, dikutip Selasa (8/7/2025).

PPATK mencatat sekitar 7,5 juta transaksi terkait judi online yang berasal dari kelompok ini, dengan total nilai mencapai Rp957 miliar. Gus Ipul menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan sejauh ini baru dihimpun dari satu bank.

“Itu hasil sementara yang kita terima dari PPATK, nanti kita analisis dan evaluasi dahulu, kalau sudah semua kita terima datanya akan kita asesmen,” tegas Gus Ipul.

 

Bansos Gagal Salur

Mensos Gus Ipul dalam dialog bersama pilar-pilar sosial se-Karesidenan Madiun di Pendopo Ronggo Djoemono, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (21/02/2025).

Sebelumnya, dalam penyaluran bansos triwulan II tahun ini, Kemensos menemukan sekitar 300 ribu kasus gagal salur dari sekitar 3 juta penerima. Masalah yang muncul antara lain ketidaksesuaian nama dan NIK, serta lamanya seseorang menjadi penerima bantuan hingga lebih dari satu dekade.

Menanggapi temuan ini, Kemensos melakukan evaluasi mendalam terhadap profil penerima bansos. Mulai 2025, penyaluran bantuan sosial telah mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah untuk memastikan bansos benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak dan tidak disalahgunakan.

Per Juli 2025, Rp20 Triliun Bansos Tersalurkan

Per 1 Juli 2025, Gus Ipul melaporkan lebih dari Rp20 triliun bantuan sosial telah tersalurkan kepada belasan juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan rincian bansos PKH sebanyak 8 juta lebih KPM atau 80,49 persen dari total kuota KPM dengan nilai Rp5,8 triliun.

Sementara untuk bansos sembako, sudah tersalurkan ke lebih dari 15 juta KPM atau sekitar 84,71 persen dari target, dengan nilai mencapai Rp9,2 triliun.

Untuk penebalan bansos, tambahan bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan untuk dua bulan kepada 18,3 juta KPM juga telah tersalurkan ke 15 juta KPM, dengan nilai Rp6,19 triliun.

Infografis 3 Bansos untuk Hadapi Harga BBM Naik. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya