Banjir Tangsel Mulai Surut, BPBD Masih Siagakan Perahu Karet

Banjir yang juga sempat merendam Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dipastikan berangsur surut, Senin (7/7/2025).

oleh Pramita TristiawatiDiperbarui 07 Juli 2025, 11:46 WIB
Banjir merendam Kota Tangerang Selatan (Tangsel). (Foto: BPBD Tangsel)

Liputan6.com, Jakarta - Banjir yang juga sempat merendam Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dipastikan berangsur surut, Senin (7/7/2025).

"Alhamdulillah, pagi ini sudah tidak ada (titik banjir), dan air berangsur surut itu sejak pukul 03.00 WIB pagi," kata Penata Layanan Operasional, Danton SATGAS PB BPBD Tangsel, Dian Wiryawan.

Sebelumnya, ada tujuh titik banjir di wilayah tersebut. Seperti di permukiman warga di Pakujaya dan Maharta. Terdata, untuk di Kelurahan Pakujaya sebanyak 120 kepala keluarga terdampak dan di Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, ada 200 kepala keluarga yang terdampak.

Dalam penanganannya, BPBD Kota Tangerang Selatan dibantu oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) dengan menerjunkan 2 mobil penyedot air diterjunkan di lokasi terparah.

"Kami dibantu oleh 2 mobil penyedot dari Dinas SDABMBK untuk di wilayah Paku Jaya dan Maharta. Ini untuk mempercepat penanganan banjir yang merendam kawasan setempat," ujarnya.

BPBD Kota Tangerang Selatan juga menerjunkan 3 perahu karet dengan 26 personel untuk proses evakuasi warga di beberapa titik.

"Penanganan banjir yang telah kami lakukan dengan menerjunkan 3 perahu karet dengan total personel 26 orang. Lalu, kami juga distribusi 70 paket sembako dan 30 paket tambahan gizi bagi korban banjir di Pakujaya," ungkapnya.

 

Banjir di Kabupaten dan Kota Tangerang Berangsur Surut

Banjir di Kabupaten Tangerang mulai surut pada Senin 7 Juli 2025. ( Foto: dokumentasi BPBD Kabupaten Tangerang)

Sementara itu, banjir akibat luapan Sungai Cisadane, Kampung Cirumpak, Desa Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang juga mulai surut, pada Senin (7/7/2025).

Banjir sebelumnya menggenangi desa yang dihuni lebih dari 2.000 warga dengan ketinggian lebih dari 1 meter, pada Minggu, 6 Juli 2025. Akibatnya, sebagian warga mengungsi ke sanak saudara ataupun tempat yang lebih tinggi.

BACA JUGA:Melihat Replika Robot dari Onderdil Bekas di Tangerang, Mengolah Limbah Jadi CuanTerdapat 2.275 jiwa yang terdampak dari banjir dengan ketinggian 40-60 sentimeter tersebut.

"Banjir tersebut karena curah hujan tinggi dan luapan Sungai Cisadane yang ada di sekitar desa tersebut," ungkap Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara.

Namun sejak pagi tadi, Agun mengungkapkan, berdasarkan laporan pada pukul 08.00 WIB, banjir di wilayah tersebut sudah surut, hanya menyisakan lumpur endapan.

"Tim masih fokus dalam pengawasan dan juga distribusi makanan, obat-obatan dan lainnya,"katanya.

Sementara, di Kota Tangerang, banjir yang sempat menggenangi 14 titik, juga berangsur surut.

Sebelumnya banjir menggenangi di Kunciran Indah, Kecamatan Pinang hingga setinggi 120 cm sekitar pukul 22.00 WIB. Tingginya banjir pun membuat warga setempat harus dievakuasi, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

"Semalam, tercatat ada 14 titik genangan dan banjir. Mulai dari Kecamatan Pinang, Karang Tengah, Cipondoh, Pinang dan Kecamatan Periuk," ungkap Plt Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar, Senin (7/7/2025).

Infografis Banjir Jabodetabek. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya