2.348 Rumah di Jabodetabek Terendam Banjir, 9.947 Orang Mengungsi

Hujan deras dengan durasi cukup lama pada tanggal 5 dan 6 Juli 2025 memicu terjadinya peristiwa bencana hidrometeorologi basah.

oleh Nanda Perdana PutraDiperbarui 07 Juli 2025, 12:09 WIB
Lebih dari 9 ribu penduduk terdampak banjir di Jabodetabek dan mengungsi akibat hujan deras dengan durasi cukup lama pada tanggal 5 dan 6 Juli 2025. (dokumentasi BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan 2 ribu rumah di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) terendam banjir. Imbasnya, ada lebih dari 9 ribu penduduk terdampak dan mengungsi.

"9.947 orang terdampak dan mengungsi, 12 rumah rusak dan 2.348 rumah terendam banjir," tutur Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Abdul Muhari kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Muhari menyampaikan, hujan deras dengan durasi cukup lama pada tanggal 5 dan 6 Juli 2025 memicu terjadinya peristiwa bencana hidrometeorologi basah.

"BNPB mencatat perpukul 18.00 pada hari Minggu 6 Juli kemarin, kita menerima laporan 11 kejadian banjir dan tanah longsor hanya di wilayah Jabodetabek saja. Sedangkan di luar Jabodetabek kita menerima laporan 4 kejadian banjir baru dan 6 pemutakhiran status kejadian banjir lainnya di seluruh wilayah Indonesia," jelas dia.

Sebelumnya, hujan deras dan pasang air laut tinggi kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta pada Senin pagi (7/7/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, 100 Rukun Tetangga (RT) dan 3 ruas jalan tergenang banjir.

Data tersebut diperoleh berdasarkan pembaruan terakhir hingga pukul 08.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebutkan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir, ditambah dengan pasang air laut.

"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 100 RT dan 3 ruas jalan, dengan ketinggian air bervariasi," kata Yohan dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).

 

Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Paling Parah Terdampak

Yohan menjelaskan, banjir melanda empat wilayah administratif Jakarta. Namun, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi kawasan yang paling parah terdampak.

Di Pela Mampang, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 150 cm. Di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, banjir juga setinggi 150 cm melanda permukiman warga. Sementara itu, di ruas Jalan Adi Karya, Kedoya Selatan, air menggenang hingga 60 cm.

Akibat banjir yang cukup tinggi, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Berikut rincian pengungsi berdasarkan data BPBD:

- 337 jiwa mengungsi di Cipinang Melayu.

- 156 jiwa mengungsi di Karet Tengsin.

- 119 jiwa mengungsi di Kampung Melayu.

Para pengungsi sementara ditampung di masjid dan gedung sekolah yang dijadikan posko darurat. Petugas gabungan dari BPBD DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) terus berjibaku mengatasi banjir. Pompa-pompa air dikerahkan dan saluran air diperiksa agar berfungsi optimal.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," ujar Yohan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan susulan. Bila dalam keadaan darurat, BPBD DKI Jakarta mengingatkan warga untuk segera menghubungi nomor darurat 112. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam.

Infografis Habis Hujan Deras Terbitlah Banjir Jakarta (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya