Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi permainan timnas putri Indonesia meski kalah 1-2 dari Chinese Taipei pada kualifikasi Piala Asia Wanita 2026, Sabtu (5/7/2024) malam WIB.
Hasil ini membuat pasukan Satoru Mochizuki gagal lolos ke turnamen utama di Australia.
Advertisement
Meski begitu, Erick Thohir yang menyaksikan langsung pertandingan menilai kinerja Shafira Ika dan kawan-kawan meningkat ketimbang saat dibungkam Pakistan 0-2 pada partai sebelumnya.
"Ya, kita sudah coba yang terbaik. Tapi kalau saya lihat, pemain-pemain kita hari ini sudah bermain sangat baik, walaupun kalah 1-2, tapi performance-nya jauh ketika lawan Pakistan," katanya.
Erick Thohir juga menilai kinerja timnas putri sudah bagus di tengah minimnya waktu persiapan.
"Tadi saya sudah sampaikan, persiapan Chinese Taipei ini 2 tahun. Kita baru membentuk tim beberapa bulan," ujarnya.
Jalan Pertandingan Timnas Putri Indonesia vs Chinese Taipei
Garuda Pertiwi tancap gas sejak pertandingan dimulai. Peluang cepat didapat Rosdilah Siti. Sayang, tendangannya yang menuju gawang bisa disapu lawan sebelum melewati garis.
Timnas putri terus menekan. Namun, Chinese Taipei tidak tinggal diam. Mereka melancarkan serangan dengan mengirim bola ke belakang garis pertahanan Indonesia.
Strategi ini membuahkan hasil pada menit ke-20. Su Yu-hsuan mencatatkan nama di papan skor usai lepas dari penjagaan.
Serangan Chinese Taipei terus mengancam gawang Indonesia. Namun, kedudukan tidak berubah di babak pertama berkat aksi kiper Iris de Rouw.
Selepas jeda, Indonesia mampu menyamakan kedudukan melalui Helsya Maeisyaroh di menit ke-48. Gol ini menambah semangat Garuda Pertiwi. Kedua tim pun jual beli serangan.
Dalam momentum bagus, gawang timnas putri justru kebobolan. Liu Yu-chiao melepas tendangan jarak jauh akurat pada menit ke-75 sehingga Chinese Taipei kembali memimpin.
Su Yu-hsuan kemudian kembali merobek jala Indonesia. Beruntung gol ini dianulir karena terlebih dahulu ada pelanggaran terhadap Iris de Rouw.
Tidak banyak waktu tersisa bagi timnas putri untuk mengubah skor. Masuknya Claudia Scheunemann juga tidak berarti banyak. Garuda Pertiwi pun tumbang dan gagal lolos ke turnamen utama di Australia tahun depan.