Kepala Badan Pangan Nasional dan Komisi IV DPR Kunjungi Sentra Benih Padi Sang Hyang Seri di Subang

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali peran SHS sebagai pusat benih padi nasional, sebagaimana pernah dijalankan di masa pemerintahan Presiden RI ke-2 Soeharto.

oleh Tim NewsDiperbarui 05 Juli 2025, 22:39 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto melakukan kunjungan kerja ke kawasan persawahan milik PT Sang Hyang Seri (SHS) di Subang, Jawa Barat. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto melakukan kunjungan kerja ke kawasan persawahan milik PT Sang Hyang Seri (SHS) di Subang, Jawa Barat, Kamis, 3 Juli 2025.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali peran SHS sebagai pusat benih padi nasional, sebagaimana pernah dijalankan di masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga menyempatkan diri berziarah ke Tugu Soeharto yang berada di tengah areal persawahan SHS. Arief menyampaikan bahwa penguatan peran SHS sebagai produsen benih padi unggul merupakan langkah penting dalam merealisasikan swasembada pangan yang menjadi visi besar Presiden Prabowo Subianto.

“Hari ini kami mengantarkan Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, bersama rombongan, untuk melihat langsung kondisi SHS. Di sini terdapat ribuan hektare lahan yang dahulu di masa Presiden Soeharto menjadi pusat benih nasional. Kejayaan itu harus kita kembalikan,” kata Arief.

Ia menambahkan, proses penanaman di lahan SHS saat ini sudah berjalan cukup baik, meskipun fasilitas pabrik perlu diremajakan. Ia berharap dalam waktu tiga bulan mendatang hasil panen padi dari lokasi tersebut dapat menjadi contoh produktivitas yang tinggi, yakni lebih dari delapan ton gabah kering panen per hektare.

Dorong Produktivitas Petani

Menurut Arief, keberadaan pusat perbenihan seperti SHS menjadi bagian krusial dari sistem ketahanan pangan nasional. Ketersediaan benih berkualitas akan mendorong produktivitas petani dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas padi di Indonesia selama tahun 2024 tercatat sebagai yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Pada tahun itu, setiap hektare lahan menghasilkan lebih dari lima ton padi. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

“Kita ingin SHS bisa bangkit kembali dan mampu menghasilkan benih-benih padi yang berkualitas. Ini akan sangat berkontribusi dalam menaikkan angka produksi nasional. Jika ini konsisten, swasembada beras bukan hanya target, tetapi menjadi kenyataan. Bahkan, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia, sesuai dengan visi besar Bapak Presiden Prabowo yang disampaikan saat kunjungan ke Rusia beberapa waktu lalu,” ujar Arief.

Laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO) dalam Food Outlook edisi Juni 2023 menunjukkan bahwa Indonesia secara konsisten menempati posisi empat besar dunia dalam hal produksi beras.

Dalam proyeksi tahun 2025/2026, Indonesia diperkirakan mampu memproduksi lebih dari tiga puluh lima juta ton beras, angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Meski demikian, produksi sempat mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir setelah sebelumnya sempat mencapai puncaknya. Penurunan ini menunjukkan pentingnya penguatan hulu-hilir sektor pangan, termasuk optimalisasi peran BUMN seperti SHS.

Tekankan Pentingnya Riset Benih Unggul

Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto melakukan kunjungan kerja ke kawasan persawahan milik PT Sang Hyang Seri (SHS) di Subang, Jawa Barat. (Istimewa)

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau akrab disapa Titiek, dalam kunjungan tersebut juga menekankan pentingnya penelitian benih unggul untuk meningkatkan kapasitas SHS. Ia mengenang kunjungan Presiden Soeharto pada tahun 1968 ke lokasi yang sama sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada benih.

“Ini seperti tapak tilas kunjungan Pak Harto. Beliau dulu datang ke sini dalam rangka swasembada benih, dan sampai akhir hayatnya terus memikirkan kesejahteraan bangsa. Ke depan, harus ada penelitian-penelitian lebih lanjut agar SHS bisa berkembang. Anak-anak daerah yang memiliki inovasi dalam benih unggul, harus dilibatkan di sini,” ucap Titiek.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho menyatakan kesiapan perusahaan untuk menjadi pusat benih nasional kembali. Ia menekankan bahwa menjaga kualitas benih akan menjadi prioritas utama, dan strategi pengembangannya akan dipaparkan lebih lanjut dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI.

Sebelum meninjau SHS, rombongan Komisi IV DPR RI juga menyambangi Smart Fisheries Village (SFV) yang dikelola oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KKP) di Balai Riset Pemuliaan Ikan, Subang.

Dalam kegiatan tersebut, mereka turut didampingi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melihat secara langsung pengembangan desa perikanan berbasis teknologi cerdas.

 

Infografis Bahan Pangan Lokal Bernutrisi tapi Jarang Diketahui. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya