Liputan6.com, Jakarta - Ada dua amalan puasa yang sering ditekankan oleh para ulama juga termaktub dalam hadis. Salah satu amalannya dikerjakan pada hari ini, Sabtu 5 Juli 2025. Amalan tersebut adalah puasa Tasu’a.
Puasa Tasu’a adalah puasa pelengkap puasa Asyura 10 Muharram. Puasa Tasu’a dilaksanakan pada 9 Muharram. Puasa ini dilaksanakan agar tidak menyerupai orang-orang Yahudi yang berpuasa pada hari Asyura.
Advertisement
Dalil kesunnahan puasa Tasu’a termaktub dalam hadis riwayat Ahmad.
يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)
Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullah bersabda), ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’.” (HR Ahmad).
Dalam kitab Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menerangkan tentang perintah Rasulullah SAW puasa Tasu’a 9 Muharram. Disebutkan bahwa Rasulullah berniat melaksanakan puasa Tasu’a, namun wafat lebih dulu.
Dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Nabi SAW bersabda: "Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa tanggal sembilan." Namun beliau wafat sebelum puasa Tasu'a ini dilakukan, ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memang biasa berpuasa pada tanggal 10 (Asyura), dan Nabi SAW berniat juga untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharramnya, tetapi wafat sebelum melakukannya. (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari, [Riyadh: Darus Salam, 2000 M/1421 H], juz 4, halaman 311).
Sebagai panduan, simak berikut tata cara dan niat puasa Tasu’a 9 Muharram yang bertepatan hari ini, Sabtu 5 Juli 2025.
Saksikan Video Pilihan Ini:
Niat dan Tata Cara Puasa Tasu’a
1. Niat Puasa Tasu'a
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.”
Sebagai catatan, niat puasa Tasu’a dan Asyura dimulai sejak malam hari hingga siang sebelum masuk waktu zawâl (saat matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau sejak masuk waktu subuh.
2. Makan Sahur
Lebih utama sahur dilakukan menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.
Tata Cara Puasa Tasu’a
3. Melaksanakan Puasa
Melaksanakan puasa dengan menahan diri dari segala perkara yang membatalkan seperti makan dan minum.
4. Menjaga Diri dari Hal yang Membatalkan Pahala Puasa
Contohnya, berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa.
5. Berbuka Puasa
Segera berbuka puasa saat tiba waktu Maghrib.
Wallahu a'lam.