Liputan6.com, Jakarta - Di awal kemunculannya, Hyundai Ioniq 5 menjadi mobil listrik yang begitu diminati meski harganya cukup tinggi. Namun kini harga bekasnya terjun bebas.
Untuk kisaran harga di Jabodetabek, Hyundai Ioniq 5 Signature standar keluaran 2022 dijual Rp389 juta kontan, bukan harga kredit. Kemudian varian Signature Long Range lansiran 2023 dilepas Rp440 jutaan.
Advertisement
Ini menjadi pilihan menarik, kalau misal Anda tertarik beli mobil listrik seken namun berkualitas. Kalau dibandingkan dengan unit anyar 2025 jauh lebih mahal. Di diler Jakarta trim Signature STD Range dilego Rp797,5 juta dan Signature Long Range Rp844,6 juta. Kaceknya bisa sampai 50 persen dari bekas.
Jika ambil Ioniq 5 bekas tahun keluaran muda, masih memiliki sejumlah cakupan jaminan pabrikan. Ada garansi dasar 36 bulan/100.000 km (tidak termasuk keausan normal dan item perawatan serta pengecualian tertentu. Servis powertrain 36 bulan/100.000 km (mesin, transmisi/transaxle).
Terus aki 24 bulan/40.000 km (komponen asli, pengisian/penggantian). Terakhir sistem audio 24 bulan atau 40.000 km. Perlu dicatat, garansi kendaraan tidak berlaku untuk suku cadang perawatan, suku cadang aus dan habis pakai.
Menilik spesifikasi teknis, Hyundai Ioniq 5 Signature memiliki permanent magnet synchronous motor. Aliran listrik sanggup memutar kekuatan maksimal 217 PS. Tonjokan torsi 350 Nm. Klaim pabrikan, mengilat dari 0-100 km/jam cuma butuh tempo 7,4 detik saja.
Rasanya, saat dipakai dalam mobilitas harian pun demikian. Nyaman, gesit nan menyenangkan. Aliran tenaga disalurkan via transmisi single speed reduction gear begitu linear. Injak pedal accelerator sedikit, seketika mobil melesat.
Masing-masing tipe memiliki perbedaan. Misalnya saja Signature Long Range berbaterai 72,6 Kwh dengan daya jelajah 451 km (WLTC). Sedangkan Signature Standard 58 Kw berikut jarak tempuh 451 km.
Kelengkapan fitur Ioniq 5 Signature berupa imbuhan Hyundai SmartSense guna menambah kenyamanan berkendara. Isinya berupa Forward Collision-Avoidance Assist (FCA), Lane Keeping & Lane Following Assist (LKA & LFA), Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA). Kemudian Blind-Spot View Monitor (BVM).
Kemudian Rear Cross-Traffic Collision-Avoidance Assist (RCCA), Smart Cruise Control with Stop & Go Function (SCC w/ S&G). Serta High Beam Assist (HBA).
Kelengkapan Lainnya
Gampang sekali beradaptasi dengan karakter motor listrik garapan Hyundai ini. Konfigurasi suspensi depan Hyundai Ioniq 5 menggunakan MacPherson Strut di depan dan multilink sebagai penyangga roda belakang.
Jelas, ia menyajikan pengalaman berkendara asyik di jalan perkotaan. Kuncinya ialah jarak sumbu roda 3.000 mm. Melesat di jalan mulus terasa seperti naik pesawat tebang. Sangat stabil dan senyap.
Dengan bujet Rp300 juta - Rp400 jutaan dan ingin segera punya kendaraan listrik. Rasanya Hyundai Ioniq 5 seken bisa menjadi alternatif. Namun catatan untuk calon pembeli. Sebaiknya lakukan inspeksi di diler resmi.
Mereka menyediakan fasilitas itu. Bakal dicek seperti apa kondisi battery health, motor penggerak, rangkaian sistem kelistrikan dan banyak part lain. Sehingga Anda tahu detail apa saja yang–bisa menjadi kendala.
Benefit penggunaan mobil listrik di Jakarta, jelas sangat menguntungkan karena bebas ganjil-genap. Hyundai Ioniq 5 buat mobilitas harian pun sangat cukup di Jabodetabek.
Fasilitas pengisian (SPKLU) semakin menjamur di kota. Lalu jenis EV bebas pajak tahunan untuk STNK. Namun pemilik tetap bayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) R143 ribu.
Kemudian ada biaya penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Jadi pemilik hanya bayar ratusan ribu saja saban tahun. Bagaimana, tertarik beli mobil listrik bekas?
Sumber: Oto.com