Kapal Tunu Pratama Tenggelam di Selat Bali, Komisi V: Harus Evaluasi Menyeluruh

Sudjatmiko juga meminta dilakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui secara lengkap dan detail kronologi insiden tenggelamnya kapal KMP Tuni Pratama Jaya tersebut.

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 04 Juli 2025, 11:24 WIB
Data manives penumpang KMP Tuni Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Insiden tenggelamnya KMP Tuni Pratama Jaya di perairan Selat Bali Rabu (2/7/2025) turut menjadi sorotan DPR. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB Sudjatmiko meminta Badan SAR Nasional fokus pada upaya penyelamatan puluhan penumpang yang masih hilang. 

Hingga Kamis pagi (3/7/2025) dari 53 penumpang dan 12 kru KMP tercatat 4 meninggal dunia, 26 selamat, sedangkan sisanya masih dalam proses pencarian. 

“Ini tentu sesuatu hal yang tidak diinginkan untuk terjadi. Kami mendapat informasi masih banyak korban yang hingga kini masih dilakukan pencarian. Oleh karena itu kami meminta Basarnas untuk mengoptimalkan pencarian korban hilang. Kami berharap, seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” ungkap Sudjatmiko dalam keterangannya, Jumat (4/7/2025).

Sudjatmiko juga meminta dilakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui secara lengkap dan detail kronologi insiden tenggelamnya kapal KMP Tuni Pratama Jaya tersebut. Termasuk terkait kebocoran di ruang mesin dan informasi kondisi cuaca pada saat jelang berlayar.

“Harus evaluasi. Semua informasi demi informasi itu harus dihimpun untuk diketahui secara detail dan lengkap sehingga menjadi keutuhan informasi kronolgi kejadian,” katanya. 

Ia juga meminta agar para korban kapal dipastikan terpenuhi hak-haknya seperti pemberian asuransi kepada korban yang luka ataupun yang meninggal dunia. Menurutnya seluruh pihak harus bekerjasama memastikan seluruh proses pencarian korban kapal tenggelam dan evakuasi kapal dapat berjalan dengan baik. 

Sudjatmiko mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga, dapat segera melaporkan di posko terkait untuk mendapatkan informasi secara lebih lengkap dan detail.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang,” pungkasnya.

Puluhan Orang Masih Hilang, Menhub Minta KNKT Investigasi Tragedi Kapal Tenggelam di Selat Bali

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi penyebab KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali.

Menhub Dudy mengatakan, saat ini tim SAR gabungan fokus melakukan pencarian 31 korban yang masih dinyatakan hilang setelah KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada Rabu (2/7/2025) malam sekitar pukul 23.35 WIB.

"Mengenai penyebab kecelakaan laut kami menyerahkan kepada KNKT sesuai tugasnya untuk melakukan investigasi," kata Menhub Kamis malam (3/7/2025).

Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita kepada keluarga korban meninggal dunia. "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Tidak ada kata yang dapat meredakan duka, namun kami berkomitmen melakukan investigasi penyebab kecelakaan laut ini," kata Menhub.

Selain itu  Dudy juga menyatakan melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa.

"Saat ini proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI/ Polri, dan ASDP, dan seluruh pihak terkait lainnya," kata  Dudy.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Ribut Eko Suyatno menyebutkan hingga Kamis (3/7/2025) malam tercatat sebanyak 29 korban ditemukan selamat, enam meninggal dunia, dan 30 orang korban lainnya masih dalam pencarian.

"Ada sejumlah kapal yang diterjunkan melakukan pencarian korban, mulai dari kapal KMP, operator, helikopter Polda Jatim, dan dua kapal negara (Basarnas) KN SAR Permadi dan KN SAR Arjuna," kata Ribut.

29 Selamat, 6 Meninggal, 30 Masih Dicari

Sementara itu, Basarnas mengungkapkan identitas 29 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal tersebut tenggelam di lintasan Ketapang–Gilimanuk, Rabu (2/7/2025) malam.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Ribut Eko S yang dikonfirmasi dari Jakarta Kamis, mengatakan bahwa hingga saat ini data yang diterima ada 29 penumpang selamat, sementara enam penumpang lainnya ditemukan meninggal dunia.

Adapun identitas 29 penumpang selamat antara lain, Saroji, Saiful Munir, Mansun, Romi Alfa Hidayat, Sandi Wariawan, Supardi, Abu Khoir, M. Farid Wajdi, Erick Imbawani, Nurdin Yuswanto, Richo Krafsanjani.

Kemudian Ahmad Suyipno, Bahrul Ulum, Moh. Tri Wahyudi, Ansori, Muhamad Wajihi, Syamsul Hidayat, Ely Mustain, Ahmad Rokhan, Ibnul Bawait, Deni Hermanto, Muhammad Kholil, Bejo Santoso, Febriani, Imron, Nanda Sinta Alvani, Riky Prayuda Tama, Dimas Hadi, dan Eka Toniansyah.

Basarnas mengonfirmasi dari 29 korban selamat sebanyak 21 penumpang yang berdomisili di Banyuwangi, Jawa Timur telah lebih dulu diserahkan kepada keluarga di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 16.40 WIB.

Sedangkan enam korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi yaitu Anang Suryono, Eko Sastriyo, Elok Rumantini, Cahyani, Fitri April Lestari, dan Afnan Aqiel Mustafa.

Jenazah keenam korban tiba di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi Kamis malam sekitar pukul 20.15 WIB, setelah diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam Rabu (2/7) malam sekitar pukul 23.35 WIB itu mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan.

Infografis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya