Tulang Lebih Rapuh karena Obat? Ini yang Perlu Diketahui

Beberapa jenis obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang bisa berdampak pada kesehatan tulang.

oleh Tim HealthDiterbitkan 04 Juli 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi obat-obat yang bisa memengaruhi tulang. (Sumber: freepik.com)

Liputan6.com, Jakarta Tak banyak yang menyadari bahwa beberapa jenis obat yang dikonsumsi dalam jangka panjang bisa berdampak pada kesehatan tulang. Salah satunya adalah obat-obatan diresepkan untuk penyakit kronis seperti asma, gangguan autoimun, hingga kanker.

Dokter spesialis ortopedi konsultan, Ifran Saleh menjelaskan bahwa obat steroid, obat penenang, dan obat kemoterapi berpotensi menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.

“Steroid, obat yang dipakai kalau asma, orang-orang gangguan imun, atau lupus, atau sakit rematik karena peradangan artritis, juga orang-orang yang konsumsi obat penenang, kalau jangka panjang bisa bikin tulang rapuh," katanya.

"Obat lain yang buat tulang rapuh juga adalah obat kemoterapi kanker, tapi biasanya efeknya muncul setelah penggunaan bulanan,” lanjut Ifran mengutip Antara.

Pemeriksaan Kepadatan Tulang

orang-orang yang rutin mengonsumsi obat-obatan seperti steroid, obat penenang, atau kemoterapi dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan alat Bone Mineral Densitometry (BMD).

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terjadi penurunan kepadatan tulang akibat efek samping jangka panjang obat.

 

Bila Alami Penurunan Kepadatan Tulang

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kepadatan tulang masih dalam batas normal dan pasien tidak mengalami keluhan, maka pemeriksaan tidak perlu diulang secara berkala.

Apabila ditemukan adanya penurunan, dokter biasanya akan meresepkan obat bifosfonat yang dikonsumsi seminggu atau sebulan sekali, tergantung tingkat keparahan kondisi tulang.

“Kalau sudah ada penurunan kepadatan tulang, bisa diberikan obat pencegah pengeroposan seperti bifosfonat dan suplemen. Pemeriksaan ulang disarankan tiap enam bulan sekali,” jelas  Ifran.

 

Bila Hasilnya Osteopenia

Bisa juga hasil pemeriksaan tulang menunjukkan osteopenia. Osteopenia adalah kondisi dimana kepadatan tulang lebih rendah dari normal, tetapi belum mencapai tingkat osteoporosis.

Jika kondisi tulang masuk dalam kategori osteopenia, makan hanya akan diberikan suplementasi.

"Kalau tulang bagus kategori osteopeni atau lunak saja kita berikan suplementasi, misal diberi kalsium 500 miligram sampai satu gram per hari, vitamin D3 antara 1.000-2.000 international units (IU) cukup itu saja untuk tulang," katanya.

Sementara itu pada orang dengan keropos tulang atau rapuh maka dokter akan meresepkan obat tablet atau infus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya