Liputan6.com, Jakarta Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan dinamika geopolitik, kekuatan maritim menjadi elemen penting bagi ketahanan nasional Indonesia. Di tengah kebutuhan penguatan industri galangan kapal dan infrastruktur energi lepas pantai, Krakatau Posco berperan strategis sebagai produsen utama marine grade steel—baja khusus untuk struktur lambung kapal dan konstruksi offshore.
Mengandalkan teknologi mutakhir dari POSCO Korea serta kolaborasi produksi dengan Krakatau Steel, perusahaan ini menghasilkan baja laut berstandar internasional yang tahan terhadap korosi, beban dinamis, dan kondisi ekstrem laut terbuka.
Advertisement
Kontribusi dalam Industri Kapal Perang dan NiagaSalah satu pencapaian utama Krakatau Posco adalah keterlibatannya dalam pembangunan kapal perang Frigate Combatant oleh PT PAL Indonesia (Persero).
Dikutip dari keterangan tertulis perusahaan, Kamis (3/7/2025), kapal ini memanfaatkan baja laut jenis LR Higher Strength Steel grade, produk unggulan Krakatau Posco dengan kekuatan tarik tinggi dan ketahanan las prima.
Selain itu, produk ini juga digunakan dalam proyek kapal logistik SEJAHTERA 35 oleh PT Bandar Victory Shipyard dan kapal tanker ekspor berkapasitas 115.000 DWT yang diproduksi Hyundai Vietnam Shipbuilding.
Hal ini menunjukkan bahwa baja buatan dalam negeri mampu bersaing di pasar global, memperkuat kemandirian industri perkapalan Indonesia.
Solusi Baja untuk Struktur Energi Lepas Pantai
Di luar industri perkapalan, marine grade steel Krakatau Posco juga menjadi komponen penting dalam pembangunan struktur lepas pantai seperti platform pengeboran migas dan fasilitas bawah laut.
Melalui proses Thermomechanical Controlled Processing (TMCP) dengan accelerated cooling, baja yang dihasilkan memiliki kekuatan tinggi, ketangguhan optimal, dan ukuran butir halus. Produk ini memenuhi berbagai standar internasional seperti API 2W Grade 50 dan EN S355MLO.
Proyek Strategis
Beberapa proyek strategis yang telah menggunakan baja offshore dari KRAKATAU POSCO meliputi:
- Bukit Tua Phase 2 / Petronas (2020)
- Malong-Belida Field / MEDCO E&P NATUNA (2021)
- West Belut Define Project / MEDCO E&P NATUNA (2022)
- Manpatu Project / Pertamina Hulu Mahakam (2024)
- Hidayah Field / Petronas (2024)
Mendukung Transisi Energi dan Rantai Pasok Nasional
Selain sektor migas, marine grade steel dari KRAKATAU POSCO juga relevan untuk proyek Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS/CCS), yang menjadi bagian penting dalam strategi energi rendah karbon menuju Net Zero Emission 2060.
Baja dengan ketangguhan pada suhu ekstrem hingga -40°C sangat dibutuhkan untuk struktur penyimpanan karbon bawah laut, dan spesifikasi tersebut dapat dipenuhi oleh KRAKATAU POSCO.
Keberhasilan perusahaan dalam mendukung proyek nasional dan internasional tidak lepas dari kolaborasinya dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Sinergi ini memperkuat rantai pasok baja nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan penguasaan teknologi dan standar global, KRAKATAU POSCO bukan hanya produsen baja, tetapi fondasi penting bagi kemajuan industri maritim dan energi Indonesia.