Menuju Jakarta Global, Desie DPRD Harapkan Masyarakat Minang Berkontribusi Nyata

Warga Minang diharapkan memberikan peran nyata dalam memajukan pembangunan di Jakarta yang saat ini menuju kota global.

oleh Tim NewsDiperbarui 03 Juli 2025, 06:42 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Desie Christhyana Sari (kiri) dan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chiko Hakim pada seminar bertema 'Mengkaji Ulang Adat Budaya Minang di Tanah Betawi Mewujudkan Jakarta Sebagai Kota Global' (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Budaya Minang di Tanah Betawi dinilai minim perhatian dari Pemprov DKI. Padahal, status kependudukan di Jakarta warga Minang pada 2025 menempati urutan kelima dari 300 suku yang menetap di Jakarta.

Di tengah kondisi itu, warga Minang diharapkan memberikan peran nyata dalam memajukan pembangunan di Jakarta yang saat ini menuju kota global.

"Budaya Minang tidak hadir tiba-tiba di Jakarta. Sejak masa pergerakan nasional, orang Minang telah mengambil peran penting di Jakarta. Misalnya sebagai cendekiawan, pedagang, ulama, hingga pemimpin bangsa," ujar Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Desie Christhyana Sari, dalam paparannya pada seminar bertema 'Mengkaji Ulang Adat Budaya Minang di Tanah Betawi Mewujudkan Jakarta Sebagai Kota Global', di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (2/7/2025).

Dikatakan politisi berwajah oriental itu, dengan sejarah panjang yang dimiliki masyarakat Minang di Jakarta, Budaya Minang kerap dilupakan. Salah satu contoh minimnya dukungan anggaran untuk kegiatan budaya Minang dari Pemprov DKI Jakarta.

"Harus diakui kontribusi itu belum sepenuhnya mendapatkan tempat dalam kebijakan kebudayaan di Provinsi Jakarta hari ini," bebernya.

Di samping itu, yang juga amat disesalkan anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jakpus tersebut belum adanya agenda resmi yang mengakomodasi budaya Minang.

"Ditambah kurangnya ruang representasi di ruang publik dan festival kota," imbuhnya.

Padahal, kata anggota Fraksi Demokrat itu, Jakarta bukan hanya milik satu etnis atau satu identitas kultural.

Sebagai ibu kota negara, sambung dia Jakarta telah menjadi ruang hidup bagi hampir seluruh kelompok budaya di Indonesia. "Di sinilah budaya-budaya Nusantara bertemu, berdialog, dan berkontribusi pada wajah Jakarta hari ini. Wajah yang heterogen, kompetitif namun tetap dalam semangat persatuan dan kesatuan," tegas politisi berdarah Minang itu.

 

Dukungan Pemprov

Staf khusus gubernur DKI Jakarta, Chiko Hakim yang juga hadir dalam seminar tersebut memastikan kedepan Pemprov DKI Jakarta akan mendukung langkah pelestarian budaya Minang di Jakarta.

"Pemprov tentunya mengajak semua elemen masyarakat, stakeholer untuk bahu-membahu dalam membangun Jakarta di segala bidang. Termasuk dalam memajukan adat istiadat kesenian masyarakat Minang yang cukup banyak penduduk di Jakarta," ujarnya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan Pemprov DKI, sebagai bentuk dukungan pada pelestarian budaya Minang. Menurutnya, Pemprov DKI akan memfasilitasi penyelenggaraan festival budaya.

"Selain bertujuan untuk memantik. Festival kesenian budaya Minang juga akan memberikan efek ekonomi bagi pemprov. Karena secara oromatis akan mendatangkan wisatawan dan berimbas pada meningkatnya pajak hotel dan lainnya," tutupnya.

Infografis 10 Venue Konser Musik Berstandar Internasional di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya