Romelu Lukaku Ungkap Penyesalan, Mengaku Tak Pernah Ingin Gabung Man United!

Romelu Lukaku mengaku tidak ingin bergabung dengan Manchester United pada 2017 dan menyesal tak mengikuti niat awalnya untuk pindah ke Chelsea.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 03 Juli 2025, 02:11 WIB
Selebrasi striker Manchester United, Romelu Lukaku setelah berakhirnya laga Liga Inggris 2017/2018 menghadapi Manchester City di Etihad Stadium, Manchester (7/4/2018). Romelu Lukaku dibeli MU dari Everton pada awal musim 2017/2018 dengan mahar senilai 84,7 juta euro atau kini setara Rp1,4 triliun. Hanya dua musim, ia hijrah ke Inter Milan pada awal musim 2019/2020 setelah tampil dalam 96 laga di semua ajang dengan torehan 42 gol dan 13 assist. (AFP/Ben Stansall)

Liputan6.com, Jakarta Romelu Lukaku membuat pengakuan mengejutkan soal kepindahannya ke Manchester United pada 2017. Dalam wawancara dengan Het Nieuwsblad, striker Belgia itu menyebut bahwa ia sebenarnya ingin bergabung dengan Chelsea, bukan MU.

Saat itu, Manchester United menebusnya dari Everton dengan mahar sekitar 75 juta pounds. Namun kini, Lukaku mengungkap bahwa keputusan itu tidak sepenuhnya datang dari dirinya sendiri.

“Saya sudah bilang ke semua orang: Saya akan ke Chelsea,” ujar Lukaku. “Namun, tiba-tiba Mourinho menelepon dan bilang United sudah mengajukan tawaran. Saya baru pulang dari liburan, dan tiba-tiba sudah ada kesepakatan dengan Everton.”


Mourinho Jadi Faktor Penentu Transfer

Romelu Lukaku dari Belgia merayakan gol pembuka melalui tendangan penalti dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup J antara Belgia dan Wales di King Baudouin Stadium di Brussels, Senin, 9 Juni 2025. (AP Photo/Geert Vanden Wijngaert)

Lukaku mengaku bahwa peran Jose Mourinho sangat menentukan dalam proses transfer tersebut. Ia mengisahkan bahwa setelah menerima kabar dari sang manajer, ia merasa tak punya kendali penuh atas keputusannya.

“Saya bilang ke Mino [Raiola, agennya waktu itu]: ‘Saya tidak mau ini [pindah ke MU]’,” katanya. “Sejak saat itu saya putuskan, saya akan atur semua sendiri.”

Meski tampil cukup produktif dengan mencetak 42 gol dan 12 assist dalam 96 pertandingan, Lukaku tidak mencapai kesuksesan besar di Old Trafford. Ia berada di bawah bayang-bayang tekanan dalam masa transisi klub di era Mourinho dan Solskjaer.


Temukan Rumah Baru di Napoli

Ini merupakan kemenangan kelima Napoli secara beruntun di liga. Tim asuhan Antonio Conte tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan sejak menderita satu-satunya kekalahan mereka di musim ini pada laga pembuka di markas Hellas Verona. (AP Photo/Luca Bruno)

Setelah sempat kembali ke Chelsea pada 2021, Lukaku kini menemukan tempat yang lebih stabil di Napoli. Musim lalu, ia mencetak 14 gol dan akan menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan gelar Serie A musim 2025/2026.

Di Napoli, ia akan bermain bersama rekan senegaranya, Kevin De Bruyne, yang baru saja bergabung. Duet mereka diharapkan bisa menjadi kombinasi mematikan di lini serang.

Kisah Lukaku menjadi pengingat bahwa keputusan besar dalam karier pemain bisa saja terjadi di luar kehendak pribadi. Kini, ia memilih untuk lebih mandiri dan menentukan langkah kariernya sendiri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya