Mathew Baker dan Zahaby Gholy Absen di TC Timnas Indonesia U-17, Ini Jawaban Nova Arianto

Timnas Indonesia terus mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala Dunia U-17 2025. Di tengah situasi tersebut, terdapat beberapa perubahan dalam komposisi pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC).

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 02 Juli 2025, 22:37 WIB
Bek Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker, saat laga melawan Korea Selatan pada laga perdana Grup C Piala Asia U-17 2025 di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jumat (4/4/2025) malam WIB. (Dok. Timnas Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia terus mempersiapkan diri untuk menghadapi Piala Dunia U-17 2025. Di tengah situasi tersebut, terdapat beberapa perubahan dalam komposisi pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC).

Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Nova Arianto, memberikan penjelasan terkait tidak dipanggilnya dua pemain kunci, Mathew Baker dan Zahaby Gholy, ke dalam 34 pemain yang mengikuti TC di Bali.

TC ini akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, mulai dari 7 Juli hingga 10 Agustus. Keputusan Nova Arianto ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengingat kontribusi kedua pemain tersebut dalam membawa Timnas U-17 melaju hingga perempat final Piala Asia U-17 2025 pada bulan April lalu. Ketidakhadiran mereka tentu menjadi perhatian dalam persiapan tim.

Nova Arianto menjelaskan alasan di balik tidak dipanggilnya Mathew Baker dan Zahaby Gholy. Menurutnya, Mathew Baker baru akan bergabung dengan tim pada awal Agustus karena masih memiliki kesibukan dengan klubnya, Melbourne City.

Sementara itu, Zahaby Gholy sedang fokus mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden bersama Liga Indonesia All Star yang dilatih oleh Rahmad Darmawan.


Alasan Absennya Mathew Baker dan Zahaby Gholy dari Timnas U-17

Pemain diaspora Timnas Indonesia U-16, Mathew Baker, saat bertanding melawan Singapura U-16 pada pertandingan perdana Grup A Piala AFF U-16 2024 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (21/6/2024). (Bola.com/Radifa Arsa)

Keputusan untuk tidak memanggil Mathew Baker dan Zahaby Gholy bukan tanpa pertimbangan. Nova Arianto memiliki alasan yang kuat terkait absennya kedua pemain tersebut. Mathew Baker, yang bermain untuk Melbourne City, memiliki jadwal yang padat dengan klubnya sehingga baru bisa bergabung dengan Timnas U-17 pada awal Agustus. Hal ini tentu menjadi kendala bagi persiapan tim jika Baker dipaksakan untuk bergabung lebih awal.

Sementara itu, Zahaby Gholy mendapatkan kesempatan untuk bermain di Piala Presiden bersama Liga Indonesia All Star. Kesempatan ini tentu menjadi pengalaman berharga bagi Gholy untuk mengembangkan kemampuannya. Nova Arianto juga memberikan dukungan kepada Gholy untuk fokus bermain di Piala Presiden terlebih dahulu.

Dengan absennya Baker dan Gholy, Nova Arianto memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk menunjukkan kemampuan mereka. Hal ini juga menjadi bagian dari strategi Nova Arianto dalam mencari komposisi pemain terbaik untuk Timnas U-17.


Pemain Diaspora Baru dalam Skuad Timnas U-17

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-16, Nova Arianto jelang dimulainya laga perebutan tempat ketiga Piala AFF U-16 2024 menghadapi Timnas Vietnam U-16 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (3/7/2024). (Bola.com/Abdul Aziz)

Dalam daftar 34 pemain yang mengikuti TC, terdapat 17 pemain yang sebelumnya bermain di Piala Asia U-17 2025. Menariknya, setengah dari pemain yang dipanggil adalah pemain yang belum pernah mengikuti turnamen usia muda tersebut. Termasuk di antaranya adalah sembilan pemain diaspora baru yang berasal dari berbagai klub di Eropa.

Lanjut Baca:

Pemain diaspora tersebut adalah Feike Muller (Willem II Tilburg), Eizar Jacob (Sydney FC), Lionel De Troy (US Città di Palermo), Floris De Pagter (SC Telstar), Noha Pohan S (NAC Breda), Jona Gaselink (FC Emmen), Azadin Ayoub (Elverum FC), Deston Hoop (SC Telstar), dan Nicholas (Rosenborg BK). Kehadiran pemain diaspora ini tentu menambah kekuatan dan variasi dalam skuad Timnas U-17. "Kita akan lihat dulu semua potensinya," kata Nova, dilansir Antara. Nova Arianto akan menerapkan sistem promosi dan degradasi dalam membentuk tim terbaik untuk Piala Dunia U-17. Persaingan untuk mendapatkan tempat di Timnas U-17 pun semakin ketat dengan kehadiran pemain-pemain baru ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya