Ollie Watkins Jadi Target MU, Ini Contoh Striker Gaek yang Berjaya di Old Trafford

Manchester United disebut-sebut tertarik memboyong Ollie Watkins dari Aston Villa.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 02 Juli 2025, 18:14 WIB
Di posisi kedua ditempati oleh striker Aston Villa asal Inggris, Ollie Watkins yang total telah mencetak 19 gol sejauh ini dari 32 laga, di mana ia hanya absen satu kali membela The Villans saat kalah 1-4 dari Manchester City pada pekan ke-31. Dalam dua laga teranyar, ia selalu mencetak gol, yaitu dua gol saat bermain imbang 3-3 dengan Brentford (6/4/2024) dan satu gol saat mengalahkan Arsenal 2-0 (14/4/2024). (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United disebut-sebut tertarik memboyong Ollie Watkins dari Aston Villa. Striker berusia 29 tahun itu dianggap bisa menjadi tambahan penting di lini depan Setan Merah.

Meski usianya sudah mendekati kepala tiga, Watkins tetap tampil tajam musim lalu.Namun, anggapan pemain menurun setelah usia 30 tidak selalu terbukti di Old Trafford.

Manchester United punya sejarah merekrut penyerang yang sudah berumur.Beberapa dari mereka justru menunjukkan performa luar biasa meski datang di usia matang.

Nama-nama seperti Zlatan Ibrahimovic hingga Teddy Sheringham jadi contoh nyata.Mereka sukses mencetak gol dan memberikan dampak besar di Manchester United.

Mereka membuktikan usia bukan halangan untuk bersinar di level tertinggi. Justru pengalaman dan kecerdasan bermain sering menjadi keunggulan tersendiri di lapangan.

Berikut lima striker yang lebih tua dari Watkins saat bergabung ke MU dan tetap tampil gemilang.


1. Edinson Cavani

Edinson Cavani. Striker 34 tahun ini hijrah ke Manchester United musim lalu akibat terpinggirkan usai kedatangan Mauro Icardi. Total 7 musim di PSG, ia tampil dalam 301 laga dengan mencetak 200 gol. Bersama Setan Merah ia telah mengemas 17 gol dari 39 laga. (Foto: AP/Pool/Laurence Griffiths)

Edinson Cavani datang ke Manchester United saat pandemi Covid-19 masih melanda, membawa harapan baru meski usianya sudah 33 tahun. Ole Gunnar Solskjaer merekrutnya secara gratis, dan pengalaman Cavani sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah PSG langsung memberi dampak.

Mengenakan nomor punggung tujuh, Cavani tampil jauh lebih meyakinkan dibandingkan para pendahulunya setelah era Cristiano Ronaldo. Ia mencetak 17 gol di semua kompetisi dan berperan besar membawa Setan Merah finis di posisi dua Premier League.

Sayangnya, kedatangan kembali Ronaldo mengubah segalanya. Cavani kehilangan tempat utama bahkan nomor punggungnya, dan semangatnya perlahan memudar hingga akhirnya benar-benar tersingkir dari sorotan.


2. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo berhasil membayar kepercayaan Erik ten Hag saat tampil sebagai starter Manchester United pada laga lanjutan Grup E Liga Europa 2022/2023 menghadapi FC Sheriff yang berlangsung di Old Trafford, Jumat (28/10/2022) dini hari WIB. (AP/Jon Super)

Cristiano Ronaldo sempat memberi harapan bagi fans Manchester United pada musim 2021/2022. Ia mencetak 24 gol dari 38 pertandingan dan jadi penyelamat dalam banyak momen penting.

Sayangnya, performa tim secara keseluruhan tidak mendukung. Kehadiran pelatih interim Ralf Rangnick juga gagal memperbaiki keadaan di ruang ganti.

Kedatangan Erik ten Hag menjadi titik akhir karier Ronaldo di Old Trafford. Tak puas dengan perannya, ia meluapkan unek-unek lewat wawancara kontroversial dan akhirnya hengkang ke Arab Saudi.


3. Robin van Persie

Robin Van Persie dibeli MU dari Arsenal dengan harga 22,5 juta poundsterling. Penyerang Belanda itu menjadi salah satu pilihan terbaik Sir Alex sebelum dirinya pensiun dari MU. (AFP/Andrew Yates)

Robin van Persie langsung menjadi pahlawan di musim pertamanya bersama Manchester United. Dengan 26 gol di Premier League, ia membawa Setan Merah menjuarai liga dan menyabet Sepatu Emas.

Lanjut Baca:

Kehadirannya menjadi pembeda usai United kehilangan gelar secara dramatis dari Manchester City musim sebelumnya. Transfer dari Arsenal terasa seperti pernyataan kuat bahwa mereka belum habis. Sayangnya, era kejayaan itu singkat. Ketika Sir Alex Ferguson pensiun, performa Van Persie dan tim perlahan menurun hingga sulit kembali ke level tertinggi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya