Perbandingan Statistik Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo: Lini Depan MU Bakal Sangat Berbahaya

Musim 2024/2025 menjadi salah satu periode tergelap dalam sejarah Manchester United. Gagal total di Premier League, tersingkir dari zona Liga Champions, dan menutup musim dengan kekalahan di final Liga Europa melawan Tottenham, Setan Merah terjerembab di titik nadir.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 02 Juli 2025, 15:14 WIB
Matheus Cunha resmi bergabung dengan Manchester United (Dok. MUFC)

Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/2025 menjadi salah satu periode tergelap dalam sejarah Manchester United. Gagal total di Premier League, tersingkir dari zona Liga Champions, dan menutup musim dengan kekalahan di final Liga Europa melawan Tottenham, Setan Merah terjerembab di titik nadir.

Untuk pertama kalinya dalam 35 tahun, mereka finis di luar 10 besar liga. Bahkan, performa ini disebut sebagai yang terburuk sejak klub terdegradasi pada 1975.

Kini, Ruben Amorim menghadapi tantangan besar: membangun ulang tim yang kehilangan arah, dengan skuad yang tak cocok dengan gaya permainan fleksibel miliknya.

Namun, ada secercah harapan di awal jendela transfer musim panas ini. Manchester United sukses mendatangkan Matheus Cunha dari Wolverhampton dengan biaya £62,5 juta.

Selain itu, Bryan Mbeumo juga sudah menetapkan keputusan untuk bergabung dengan United. Kini, transfer Mbeumo masih menunggu kesepakatan antara Setan Merah dengan Brentford.

Dua pemain ini membawa serta catatan produktivitas yang menarik—kombinasi keduanya mencetak 35 gol dan 13 assist musim lalu, sementara seluruh tim Manchester United hanya mampu mencetak 44 gol.


Masalah Pelik Manchester United

Penyerang Manchester United, Rasmus Hojlund, kembali mandul saat timnya menang 3-2 atas Ipswich Town pada laga pekan ke-27 Premier League di Old Trafford, Kamis (27/02/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Salah satu kelemahan terbesar United musim lalu adalah buruknya penyelesaian akhir. Mereka menempati peringkat ke-13 dalam statistik expected goals (xG) dan bahkan gagal memenuhi ekspektasi itu, dengan selisih minus 12,91 xG—hanya lebih baik dari Bournemouth dan Southampton yang terdegradasi. Bahkan, dalam 11 pertandingan liga, mereka gagal mencetak gol sama sekali.

Rasmus Hojlund belum berkembang seperti yang diharapkan, dan Joshua Zirkzee juga kesulitan beradaptasi di musim debutnya di Inggris. Tidak ada satu pun pemain United yang menembus dua digit gol di Premier League musim lalu.

Amorim juga secara terbuka mengungkapkan kekagetan atas kurangnya atribut fisik dalam skuadnya.


Statistik dan Karakteristik Bryan Mbeumo

Kamerun menjadi salah satu negara Afrika yang banyak memasok pemainnya di liga-liga top Eropa, termasuk di Premier League Liga Inggris. Dari beberapa pemain asal Kamerun yang pernah atau pun masih berlaga di Premier League, 5 pemain berikut masuk dalam 5 besar pemain Kamerun dengan torehan gol terbanyak di Premier League, di mana posisi puncaknya baru saja direbut sayap kanan Brentford, Bryan Mbeumo pada awal musim 2023/2024. (AFP/Justin Tallis)

Dalam konteks ini, Mbeumo membawa angin segar. Mbeumo termasuk pemain tercepat dan paling rajin sprint di liga musim lalu, dengan 870 sprint dan kecepatan puncak 22,76 mil per jam.

Sepanjang Liga Inggris musim lalu, Mbeumo tercatat selalu bermain dalam 38 pertandingan Brentford. Striker Kamerun itu tercatat menciptakan 20 gol dan duduk di papan atas daftar top skor.

Lanjut Baca:

Tak cuma itu, Mbeumo juga berperan aktif menciptakan peluang untuk reka-rekannya. Striker 25 tahun itu tercatat menciptakan delapan assist.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya