Surat Al-Buruj, Pesan Keteguhan Iman dalam Ujian Bagi Para Mukmin

Surat Al-Buruj, surat ke-85 dalam Al-Qur'an, mengisahkan tentang keteguhan iman dan janji Allah bagi orang-orang yang beriman meski menghadapi cobaan berat.

oleh Fitriyani Puspa SamodraDiterbitkan 02 Juli 2025, 15:45 WIB
Ilustrasi Al-Qur’an Credit: freepik.com

Liputan6.com, Jakarta Al-Buruj merupakan surat ke-85 dalam Al-Qur’an. Surat ini menjadi salah satu surat Makkiyah yang sarat dengan pelajaran keimanan dan keteguhan hati. Dengan hanya 22 ayat, surat ini mampu menggambarkan kisah dramatis tentang perjuangan orang-orang beriman mempertahankan akidahnya meski harus dibakar hidup-hidup. Dalam ayat pembukanya, Allah bersumpah demi langit yang memiliki gugusan bintang, demi hari kiamat, dan demi peristiwa besar yang menyaksikan dan disaksikan.

Nama Al-Buruj diambil dari ayat pertama surat ini, yang berarti gugusan bintang. Menurut M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah, kata buruj berasal dari akar kata baraja (برج) yang berarti tampak jelas. Bintang-bintang itu menjadi tanda kekuasaan Allah dan sekaligus menjadi pengantar bagi pelajaran besar dalam surat ini, ujian keimanan dan kekuasaan mutlak Tuhan.

Surat Al-Buruj juga mengandung kisah para penggali parit (ashabul ukhdud), yakni kaum zalim yang membakar kaum mukmin hidup-hidup hanya karena mereka beriman kepada Allah. Kisah ini menunjukkan betapa iman sejati sering kali harus ditebus dengan nyawa, namun justru karena itulah ia menjadi cahaya yang tidak akan pernah padam. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (2/7/2025).

Surat Al-Buruj Ayat 1- 22

1. وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْبُرُوجِ

was-samā`i żātil-burụj

Artinya: Demi langit yang mempunyai gugusan bintang.

2. وَٱلْيَوْمِ ٱلْمَوْعُودِ

wal-yaumil-mau'ụd

Artinya: Dan hari yang dijanjikan.

3. وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ

wa syāhidiw wa masy-hụd

Artinya: Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.

4. قُتِلَ أَصْحَٰبُ ٱلْأُخْدُودِ

qutila aṣ-ḥābul-ukhdụd

Artinya: Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit.

5. ٱلنَّارِ ذَاتِ ٱلْوَقُودِ

an-nāri żātil-waqụd

Artinya: yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar.

6. إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ

iż hum 'alaihā qu'ụd

Artinya: Ketika mereka duduk di sekitarnya.

7. وَهُمْ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ

wa hum 'alā mā yaf'alụna bil-mu`minīna syuhụd

Artinya: Sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.

8. وَمَا نَقَمُوا۟ مِنْهُمْ إِلَّآ أَن يُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

wa mā naqamụ min-hum illā ay yu`minụ billāhil-'azīzil-ḥamīd

Artinya: Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,

9. ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

allażī lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, wallāhu 'alā kulli syai`in syahīd

Artinya: yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

10. إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ

innallażīna fatanul-mu`minīna wal-mu`mināti ṡumma lam yatụbụ fa lahum 'ażābu jahannama wa lahum 'ażābul-ḥarīq

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.

11. إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمْ جَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْكَبِيرُ

innallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hār, żālikal-fauzul-kabīr

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.

12. إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ

inna baṭsya rabbika lasyadīd

Artinya: Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.

13. إِنَّهُۥ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ

innahụ huwa yubdi`u wa yu'īd

Artinya: Sesungguhnya Dialah Yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).

14. وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلْوَدُودُ

wa huwal-gafụrul-wadụd

Artinya: Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.

15. ذُو ٱلْعَرْشِ ٱلْمَجِيدُ

żul-'arsyil-majīd

Artinya: Yang mempunyai 'Arsy, lagi Maha Mulia.

16. فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

faālul limā yurīd

Artinya: Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

17. هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ٱلْجُنُودِ

hal atāka ḥadīṡul-junụd

Artinya: Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang.

18. فِرْعَوْنَ وَثَمُودَ

fir'auna wa ṡamụd

Artinya: (yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud?

19. بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى تَكْذِيبٍ

balillażīna kafarụ fī takżīb

Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan.

20. وَٱللَّهُ مِن وَرَآئِهِم مُّحِيطٌۢ

wallāhu miw warā`ihim muḥīṭ

Artinya: Padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka.

21. بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَّجِيدٌ

bal huwa qur`ānum majīd

Artinya: Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia.

22. فِى لَوْحٍ مَّحْفُوظٍۭ

fī lauḥim maḥfụẓ

Artinya: Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.

Tafsir Surat Al-Buruj Menurut Ulama

Para ulama tafsir sepakat bahwa Surat Al-Buruj diturunkan di Makkah, dan menempati urutan wahyu ke-27 yang diterima Rasulullah SAW. Surat ini mengandung empat sumpah yang disampaikan Allah di awal surat: (1) demi langit yang memiliki gugusan bintang, (2) demi hari yang dijanjikan (kiamat), (3) demi yang menyaksikan (syahid), dan (4) demi yang disaksikan (masyhud).

Ibnu Jarir ath-Thabari dalam kitab Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Ayy al-Qur’an mencatat beragam tafsir mengenai syahid dan masyhud. Mujahid dan Ikrimah berpendapat bahwa syahid adalah manusia, dan masyhud adalah segala sesuatu yang disaksikannya. Sedangkan menurut Sahal bin Abdullah dalam Tafsir at-Tustary, syahid adalah malaikat, dan masyhud adalah manusia dan amal perbuatannya. Tafsir ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan ilahi dan pertanggungjawaban atas amal di hari akhir.

Surat ini kemudian mengutuk pelaku kekejaman terhadap orang beriman, khususnya kisah ashabul ukhdud. Mereka menggali parit dan menyalakan api besar lalu membakar kaum mukmin hanya karena beriman kepada Allah yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji. Peristiwa ini menunjukkan betapa kekejaman manusia bisa mencapai titik ekstrem ketika iman menjadi musuh utama mereka.

Namun Allah juga menegaskan bahwa balasan bagi orang-orang beriman yang sabar adalah surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya (QS. Al-Buruj: 11), sedangkan bagi pelaku kejahatan yang tidak bertaubat, disediakan azab Jahanam (QS. Al-Buruj: 10).

Tadabbur Surat Al-Buruj 

dilansir dari laman  STAI Al-Hikmah , Tadabbur atau perenungan Surat Al-Buruj mengajak pembacanya untuk merenungi kekuasaan dan kemuliaan Allah. Dalam ayat pertama hingga ketiga, Allah bersumpah dengan gugusan bintang di langit, penegasan akan keindahan dan keteraturan ciptaan-Nya. Langit dan bintang menjadi tanda kekuasaan Allah yang begitu besar, mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan pada akhirnya mengakui kebesaran-Nya.

Sumpah berikutnya adalah hari yang dijanjikan, yang disepakati para mufassir sebagai hari kiamat. Sumpah ini mengingatkan akan adanya pembalasan dan keadilan mutlak di akhirat.

Ayat keempat hingga ketujuh menceritakan tragedi ashabul ukhdud, kisah yang disebut dalam hadits shahih riwayat Muslim dan Tirmidzi. Raja Najran memerintahkan pasukannya untuk membakar hidup-hidup ribuan orang yang mengikuti ajaran ghulam, seorang anak yang dengan iman teguh menyatakan bahwa hanya Allah-lah Tuhan yang berhak disembah. Kisah ini mengajarkan bahwa dalam mempertahankan iman, kadang pengorbanan nyawa pun menjadi harga yang harus dibayar.

Ayat 8-9 menggarisbawahi bahwa kekejaman itu dilakukan semata-mata karena kaum mukmin beriman kepada Allah. Ini menjadi potret sejarah yang berulang, bahwa iman kerap menjadi alasan permusuhan dari pihak yang dzalim. Ini pula yang dialami Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya di awal dakwah Islam di Makkah.

Ayat-ayat berikutnya (10-16) menunjukkan sifat-sifat Allah yang sangat relevan dengan konteks penindasan tersebut. Di antaranya:

  • Azab Allah sangat keras (QS. 85:12)
  • Allah mampu menciptakan dan menghidupkan kembali (QS. 85:13)
  • Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang (QS. 85:14)
  • Pemilik ‘Arsy yang agung dan Maha Mulia (QS. 85:15)
  • Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS. 85:16)

Ayat-ayat ini menghibur dan menguatkan kaum tertindas, serta mengingatkan orang-orang zalim bahwa kekuasaan mereka tak ada artinya di hadapan Tuhan.

Surat Al-Buruj kemudian mengingatkan kembali akan nasib tragis Fir’aun dan kaum Tsamud yang telah dibinasakan karena kesombongan dan kezaliman mereka (QS. 85: 17-18). Penegasan ini penting untuk menegur kaum kafir Quraisy kala itu, serta sebagai pelajaran bagi umat manusia sepanjang zaman.

Surat ini ditutup dengan ayat-ayat yang menyingkap keberanian melampaui batas orang-orang kafir dalam mendustakan Al-Qur’an. Padahal yang mereka dustakan adalah kalamullah yang tersimpan di Lauh Mahfuzh (QS. 85: 21-22), yang menjadi sumber segala takdir dan ketentuan Allah atas semesta.

FAQ Seputar Surat Al-Buruj

1. Apa arti dan makna nama Al-Buruj?

Al-Buruj berarti gugusan bintang, diambil dari ayat pertama. Maknanya menegaskan keagungan ciptaan Allah dan menjadi saksi sumpah dalam surat ini.

2. Siapakah yang dimaksud Ashabul Ukhdud?

Mereka adalah kaum mukminin yang dibakar hidup-hidup oleh penguasa dzalim karena mempertahankan iman kepada Allah. Kisah ini merupakan simbol keteguhan iman.

3. Apa pesan utama dari Surat Al-Buruj?

Pesan utamanya adalah keteguhan dalam iman, peringatan atas kezaliman, janji surga bagi yang sabar, serta teguran bagi para pendusta agama.

4. Apa hubungan Surat Al-Buruj dengan konteks dakwah Nabi Muhammad SAW di Makkah?

Surat ini turun sebagai penghibur dan penguat bagi Nabi dan para sahabat yang sedang mengalami tekanan dan kekerasan dalam masa awal dakwah.

5. Mengapa Allah banyak bersumpah di awal Surat Al-Buruj?

Sumpah digunakan untuk menekankan pentingnya kebenaran yang akan disampaikan, mengajak manusia merenung akan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya