Dean Huijsen, Real Madrid, dan Penyesalan Juventus

Juventus menyesal melepas Dean Huijsen ke Bournemouth. Kini bek muda Spanyol itu bersinar di Real Madrid dan Piala Dunia Antarklub.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 02 Juli 2025, 03:01 WIB
Reaksi Dean Huijsen setelah gol Spanyol dianulir dalam pertandingan semifinal Nations League antara Spanyol dan Prancis di MHPArena, Stuttgart, Jerman, Kamis, 5 Juni 2025. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta Ketika Juventus menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub, mereka mungkin menyesal melepas Dean Huijsen kurang dari setahun lalu. Bek muda yang pernah jadi andalan akademi Juve itu kini tampil mengesankan bersama Los Blancos.

Huijsen direkrut Madrid dari Bournemouth dengan biaya 50 juta pounds, hanya beberapa bulan setelah Bournemouth membelinya dari Juventus seharga 16 juta pounds. Nilai pasar sang bek melonjak tajam, dan ia terbukti jadi starter menghadapi mantan klubnya.

Pemain yang sempat menimba ilmu di Malaga ini pertama kali dipantau oleh Matteo Tognozzi dan masuk skuad U-17 Juventus pada 2021. Namun, kesempatan untuk menembus tim utama tak kunjung datang.


Potensi Besar, Dijual Terlalu Cepat demi Keuangan Klub

Gol-gol Roma tercipta melalui Lorenzo Pellegrini pada menit ke-2, Paulo Dybala (23), 51), dan Dean Huijsen (59). (AP Photo/Andrew Medichini)

Meski sempat dipinjamkan ke AS Roma dan mendapat pujian dari Jose Mourinho, Juventus tak memberinya peluang berarti di skuad utama. Usai kembali ke Turin, harapan sempat muncul bahwa Huijsen akan dipertahankan, namun kenyataannya berkata lain.

Juventus memilih menjualnya ke Bournemouth dengan nilai yang terbilang rendah. Keputusan itu kabarnya dipicu oleh kebutuhan keuangan mendesak klub. Namun, hanya dalam hitungan bulan, Bournemouth menjualnya kembali ke Real Madrid dengan harga lebih dari tiga kali lipat.

Jurnalis Gianluca Oddenino menilai keputusan Juventus sebagai "terlalu terburu-buru dan tidak cerdas". Sumber dalam klub juga menyebut bahwa semua orang yakin Huijsen bisa jadi pemain penting musim ini.


Huijsen Bersinar di Madrid, Juve Krisis di Lini Belakang

Aksi Dean Huijsen saat membela Real Madrid melawan Al Hilal di Piala Dunia Antarklub 2025, Kamis (19/06/2025). (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Sejak pindah ke Madrid, Huijsen langsung mencuri perhatian. Ia tidak hanya jadi bagian penting di lini belakang, tapi juga mendapat panggilan ke tim nasional Spanyol.

Sementara itu, Juventus justru mengalami musim yang sulit di sektor pertahanan. Performanya yang tidak stabil berkontribusi pada pemecatan pelatih Thiago Motta pada Maret 2025, jauh sebelum musim berakhir.

Meski demikian, Huijsen menunjukkan kedewasaan dengan tidak menyimpan dendam. “Saya berterima kasih kepada Juventus, saya belajar banyak di sana,” ucapnya singkat. Huijsen sekarang fokus menyambut masa depan yang kini terlihat sangat cerah bersama Real Madrid.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya