Denmark Resmi Berlakukan Wajib Militer untuk Wanita

Apakah aturan baru ini menjadi cara Denmark untuk bertahan di tengah ketegangan Eropa? Berikut penjelasannya.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 02 Juli 2025, 19:10 WIB
Sebuah gambar yang diambil di Kopenhagen pada 28 Juni 2022 menunjukkan bendera balap sepeda Tour de France 2022. Lomba balap sepeda Grand Tour paling terkemuka Tour de France (TdF) 2022 akan bermula di Copenhagen, Denmark sebagai tuan rumah untuk tiga etape awal pada Jumat, 1 Juli 2022. (Anne-Christine POUJOULAT / AFP)

Liputan6.com, Kopenhagen - Denmark resmi memperluas cakupan wajib militer dengan memberlakukan aturan baru yang mewajibkan perempuan berusia 18 tahun untuk mendaftar dan berpotensi menjalani dinas militer selama 11 bulan.

Perubahan hukum ini mulai berlaku Selasa (1/7/2025) dan menandai transformasi besar dalam kebijakan pertahanan Denmark, yang sebelumnya hanya mewajibkan pria untuk mengikuti sistem lotere wajib militer, sementara perempuan hanya bersifat sukarela.

Mengutip BBC, pada Rabu (2/7) keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa dan upaya negara-negara anggota NATO untuk memperkuat kekuatan pertahanan mereka. Pemerintah Denmark juga telah mengumumkan peningkatan anggaran pertahanan sebesar 40,5 miliar kroner Denmark (sekitar Rp100 triliun) untuk lima tahun ke depan.

Kini, baik pria maupun wanita yang menginjak usia 18 tahun wajib mendaftar untuk dievaluasi. Meskipun perekrutan akan tetap memprioritaskan sukarelawan, sistem undian (lottery) akan digunakan untuk mengisi kekurangan.

Durasi pelatihan militer juga diperpanjang, dari sebelumnya hanya empat bulan menjadi 11 bulan, berlaku bagi semua peserta.

Dari Sukarela ke Kewajiban Nasional

Ibu Kota Denmark, Kopenhagen. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)

Pada tahun 2024, sekitar 4.700 warga Denmark menjalani wajib militer, dengan 24% di antaranya adalah perempuan yang mendaftar secara sukarela. Pemerintah memperkirakan angka tersebut akan meningkat menjadi 6.500 orang per tahun pada 2033 berkat aturan baru ini.

Dengan kebijakan ini, Denmark mengikuti jejak Swedia dan Norwegia, dua negara Skandinavia yang telah lebih dulu memberlakukan wajib militer bagi perempuan.

"Kebijakan ini didasarkan pada keputusan dan kesepakatan politik, serta kondisi keamanan saat ini. Tujuannya adalah memperkuat kekuatan tempur dan memenuhi kebutuhan pasukan, baik itu Angkatan Darat, Laut, Udara, hingga Operasi Khusus," ujar Kolonel Kenneth Strom, kepala program wajib militer Denmark.

Seorang sukarelawan militer bernama Katrine menyambut baik perubahan ini. 

"Dalam situasi dunia saat ini, kita membutuhkan lebih banyak prajurit. Saya pikir perempuan harus berkontribusi setara dengan laki-laki. Ini langkah positif," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya