Mempromosikan Industri Halal Indonesia Melalui Kerja Sama Perbankan Syariah

Kerja sama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Bank Islam Brunei Darussalam (BIBD) menandai langkah mengembangkan transaksi global antara kedua bank syariah.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 30 Juni 2025, 22:00 WIB
BSI gandeng BIBD dalam Islamic Risk Participation. (dok. BSI)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Bank Islam Brunei Darussalam (BIBD) menyepakati perjanjian Islamic Risk Participation. Kerja sama ini menandai langkah mengembangkan transaksi global antara kedua bank syariah.

Perjanjian ini memungkinkan BSI dan BIBD melakukan transaksi risk participation berbasis syariah, khususnya portfolio dengan underlying L/C. Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan bahwa kolaborasi dengan BIBD merupakan salah satu strategi BSI mengembangkan produk perbankan syariah, sekaligus menguatkan posisi mereka secara internasional.

Menurutnya, BSI dan BIBD juga berkomitmen meningkatkan transaksi antar-bank syariah di kawasan ASEAN. "Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan transaksi antar bank syariah di bidang trade finance dan jadi pintu gerbang untuk mendorong kerja sama di kawasan ASEAN," katanya melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Senin (30/6/2025).

Bisnis trade finance di BSI mencatat tren positif, dengan volume transaksi mencapai 1,3 miliar dolar AS pada 2024─atau tumbuh 30,2 juta dolar AS year on year, yang didominasi transaksi ekspor, impor, dan supplier financing. Dengan adanya komitmen kerjas ama ini, perseroan optimis potensi bisnis tahun 2025 mencapai 25 juta dolar AS.

 

Bagian dari BSI International Expo 2025

Bank Syariah Indonesia. (Foto: Istimewa)

"Saat ini," kata Bob. "BSI sudah masuk 10 besar bank syariah global dari sisi kapitalisasi pasar. Kolaborasi dengan BIBD ini akan semakin memperkuat posisi BSI di kancah internasional dan bersama-sama jadi motor penggerak bagi perkembangan industri keuangan syariah di level regional dan global."

BSI sudah memiliki kantor cabang luar negeri (KCLN) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang beroperasi sejak 2023. Bank syariah itu juga memperoleh izin membuka kantor cabang di Arab Saudi, yang diproyeksikan mulai beroperasi secara penuh pada 2026, dengan fokus pada ekosistem haji dan umrah, serta potensi pasar dari jemaah Indonesia.

Penandatangan kerja sama antara BSI dan BIBD adalah bagian dari rangkaian kegiatan BSI International Expo 2025, yang signature event bertaraf internasional untuk mempromosikan industri halal Indonesia ke panggung global. Dengan tema "Engaging Indonesia in the Global Halal Industry," acara ini jadi wadah kolaborasi bagi pelaku bisnis, investor, dan konsumen untuk mendorong ekosistem halal Indonesia melalui pameran, seminar, hiburan, serta business matching.

Infografis: Deretan Bank Digital di Indonesia (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya